PODCAST STORY HORROR TRAGEDI SUNGAI SERAYU

assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Halo semuanya Jumpa lagi dengan saya jauh sing-sing kurator dari podcast oronite Story halo halo apa kabar semuanya semoga kalian semua sehat-sehat ya dan seperti biasanya pada malam hari ini saya kembali dan akan menghadirkan sebuah kisah mistis untuk kalian semua kisah mistis kali ini saya datangkan dari thread Twitternya at nyata yang menceritakan tentang sungai Serayu wuh oke Sepertinya itu tikus ya kita tetap positive thinking jadi ini tentang sungai Serayu ya Daripada kita berlama-lama Kita langsung saja ke ceritanya painting saat itu baru 06.00 namun hujan sepertinya akan turun seiring Guntur yang terus berdentum menggetarkan dinding rumah mbah dirgo pagi hari itu hangat 25 bulan lamanya Mbah dirgo sudah hidup Sebatang Kara tanpa aktivitas yang jelas hari-harinya hanya dihabiskan sendiri ya Maklum saja istri tercintanya Sudah 2 tahun yang lalu berpulang sementara anak semata wayangnya Burhan sudah membina rumah tangga dan memilih tinggal di tempat lain sementara statusnya sebagai karyawan Abdi Negara alias PNS sudah berakhir seiring usianya yang menginjak 55 tahun di Januari yang lalu pagi itu rencana Mbah dirgo untuk berkunjung kerumah burhani sepertinya akan batal hujan menahan niatnya untuk melihat dan bermain bersama kedua anak Burhan hanya bersantai sembari menikmati secangkir teh Jawa yang dia lakukan untuk mengusir kejenuhan di pagi tak Bertuah itu tangannya cekatan menscroll HP kedua mata itu tajam menatap catatan Digital dari berbagai sumber Mbah dirgo sangat khusyuk sampai dia sudah melupakan waktu yang terus berputar hingga ia bahkan secangkir teh yang tadi dibuatnya pull sekarang adem termakan dinginnya cuaca di pagi hari itu hangat kekhusyu’an itu cukup bertahan lama sebelum matanya sampai kepada satu berita ini Dia terlihat berhenti dari aktivitas diletakkannya HP itu di meja air mata tiba-tiba mengalir dari pria tua itu berita itu memuat informasi akan korban yang meninggal di sungai Serayu membaca tulisan itu membuat jantung Bah dirgo seperti

 

terhenti dan di dadanya terasa sesak bab mengulang kembali pengalaman buruk tenggelam di sungai itu saat ini sudah 40 tahun lebih kejadian itu terjadi di dalam benaknya ada sedikit penyesalan bayang masa lalu seketika nyata hadir di alam sadarnya rincian detail peristiwa lawas itu muncul tanpa ada sedikitpun Yang Terlupa Oh iya semua salahku kalau saja aku tidak kesana mungkin Mas Ilham masih hidup sekarang ucapnya dalam hati Tria seorang bocah remaja bernama dirgo Airlangga di sore hari nan cerah perkataan dirgo disambut tawa dan ejekan oleh teman-teman sejabat yang turut ada di sana kala itu Welcome to the river janda Salah satu seorang remaja yang ada disana sembari mengeja perkataan Galuh Mitro Rizky Ivan dan dirgo masih tampak bersantai di tepian sungai sekalipun langit sudah mulai gelap menandakan senja akan segera tiba mereka tetap asyik dengan cerita-cerita mistis yang sedari tadi dijadikan candaan tak beradab yang harusnya tidak boleh terucap siapapun akan bergidik bila mendengar cerita tentang sungai Serayu banyak mitos akan keangkeran Serayu yang terus berhembus lepas waktu namun bagi mereka Serayu bab mainan kecil yang tidak berbahaya status sebagai Putra asli daerah malah membuat mereka melupakan Pentingnya menjaga kearifan lokal sudah cukup bahagia kan kalian kata dirgo sembari memperagakan sosok wanita dengan mengangkat celananya hihihi jandanya seolah melecehkan reputasi dan menyeramkan kuntilanak beberapa sosok demit lain pun tak luput menjadi bahan ejekan lainnya mereka tertawa lepas di heningnya malam janda mereka semakin keterlaluan tak terkontrol kalau lakon yang diperankan dirgo berubah menjadi rencana natal untuk mabuk-mabukan di malam minggu nanti a-dha setan utuk wujud sikap mabok yo awakmu anak setan otakmu itu perlu disikat mabuk ya kamu ucap Galuh protes akan rencana gila yang tercetus dari mulut dirgo tapi apa daya satu mulut akan cukup kuat untuk memenangkan voting kala itu belum lagi lisan dirgo bak ular berkepala dua yang pasti membuat semua merestui agenda yang kelak akan membawa tragis dan Tangis bagi mereka langit memang tampak cerah ditambah perpaduan alam yang masih hijau serta alunan air Serayu yang mengalir pelan tapi pasti membuat siapapun terhanyut dan enggan beranjak sama seperti kala itu Isya berlalu namun kebosanan tak kunjung datang

 

menghampiri mereka ia masih saja mereka melanjutkan bincang Idul ngalor yang tak berarti langkah bilgo menepi rasa sesak memaksa dia untuk membuang hajat pada tempat yang tidak seharusnya Tanpa ada kata Permisi air seninya tertumpah deras mengikuti aliran sungai Serayu matanya tertutup menahan nikmat kebebasan melepaskan hajatnya tak lama rasa nikmat yang didapatnya tubuhnya tiba-tiba kaku menatap lurus kearah satu yang mungkin membuat dia bergidik hampir 5 menit lamanya dia tertahan hingga perilaku itu kemudian disadari oleh empat rekan lainnya KYT lama banget Ayo mulih udah 08.00 airvan kepadanya dirgo membalikkan badan tatapannya lurus menatap kearah mereka matanya melotot tak pateni saiki ini terdengar perkataan diri kepada mereka suara itu terasa berat tidak seperti suara dirgo yang mereka kenal sempet kapur cuk pria Galuh yang langsung diiringi oleh hamburan keempat orang itu mereka pergi ke habour meninggalkan diriku sendiri disana Kau langkah mereka luluh lantah malah Galuh dan Ivan sempat terjatuh beberapa kali dirgo tertawa cekikikan aksi nakalnya berhasil membuat teman-temannya lari oh dasar penakut teriaknya sesumbar dia tidak mengetahui bahwasanya sosok hitam bersisik buaya dengan wajah yang sangat mengerikan lah Ia membuat keempat temannya kabur ketakutan hembusan angin menerpa lembut di kupingnya tiba-tiba dirgo bergidik ngeri tubuhnya seketika merinding seperti mengisyaratkan ada seseorang yang hadir menemaninya ini sosok demit itu memang sekarang berada di

 

belakang Virgo wajahnya tampak marah Begitulah cerita yang didengar dirgo keesokan harinya dari mulut keempat sahabatnya itu batinnya bersyukur karena semalam dirgo lebih memilih lari dibandingkan harus menoleh insiden itu sempat membuat mereka vakum berkunjung kesana belum lagi salah satu dari mereka Irfan tiba-tiba jatuh sakit selang sehari dari kejadian dua hari lamanya Irfan terkapar di ranjang dengan suhu tubuh hampir 40° yang benar tidak ada yang dapat menjamin demamnya Irfan karena peristiwa itu hanya saja selama dua hari berturut-turut dirinya selalu bermimpi berada di sungai itu sendiri sesuai dengan keadaan yang sangat gelap dan sunyi setiap matanya terpejam Mimpi itu selalu hadir seakan nyata terjadi sempat dia menceritakan hal terkait kepada yang lain namun diriku malah tertawa Begitu juga dengan yang lain kwikku terlalu paranoid jadi kepikiran terus nyatanya kami nggak kenapa-kenapa seru dirgo kepadanya beberapa minggu berlalu kejadian itu mulai Terlupakan walau masih ada sedikit Rasa trauma hal itu tidak membuat mereka Jera berkunjung ke sana guna sejenak melepas penat di bantaran sungai seperti biasa diriku selalu hadir sebagai aktor utama memerankan peran antagonis yang mengusir penghuni alam lain sungai Serayu rayuan mautnya kembali dilontarkan layaknya sales MLM yang tidak ingin kehilangan customernya Aduh enak tenan tidur disini malam-malam gini Lur nikmati alam sembari dengar jangkrik jangkrik bernyanyi belum lagi cuaca sekarang ini memasuki cuaca Eropa Waduh makin Joss Ditambah lagi dengan segelas bir rayunya kepada mereka semua Irfan menjadi orang pertama ia menolak agenda sesat yang diwacanakan oleh dirgo itu ini dia pastinya tidak mau merealisasikan mimpinya menjadi kenyataan Galuh pun berpikir demikian Oh ya jadi tempat lain aja lah rumah Irfan miojo atau di mana kek nggak sudi aku ngetem di sini ucap Galuh mendukung

Baca Juga  PODCAST STORY HORROR AMPLOP ISI DAUN

 

permintaan Irfan Namun bukan Virgo namanya bila tak mampu mewujudkan keinginannya emoyu yang dicetuskannya menjadi Jalan penentu berjalan tidaknya acara itu Kita uji nyali aja sekalian ngetes sejauhmana ketaatan kita sama Allah masa sama makhluk yang lebih rendah derajatnya dibanding kita kita takut manusia itu kan makhluk sempurna terangnya kepada empat kawannya itu perkataan dirgo tidak langsung mendapatkan persetujuan hanya Mirza yang masih mengiyakan ajakan itu Mitro munculnya Galuh dan Irfan masih bersikeras agar agenda itu dibatalkan keberadaan saat itu sama-sama kuat dengan dua kubu yang berbeda pendapat tinggal Rizki yang mungkin bisa menjadi penentu Rizky tidak mengatakan Iya namun tidak juga mengatakan beda ya aku manut wae lah jadi yo ayo Kalau nggak ya nggak papa jawabannya yang semakin menambah panas keadaan disinilah Virgo selangkah lebih maju ini dia memang orang yang handal dalam memastikan satu proyek berjalan dengan lancar bermodalkan Pena Dan Kertas yang ada di tasnya dikeluarkanlah benda itu saat ini kita tulis dan ditandatangani Siapa yang nggak ikut atau lari di malam acara akan menjadi aib seumur hidup sebagai penakut pungkasnya saat itu Galuh dan Irfan terbawa suasana seketika mengiyakan perkataan dirgo karena enggan dicap penakut Amin tiga dari hari yang dijanjikan keadaan semakin rumit tak kalah hal itu malah menjadi bahasan teman-teman lainnya lagi-lagi dirgo yang menjadi sebab akibat acara itu ini dia mengatakan tak akan seru bila tidak ada wanita yang ikut pikirnya buah dari keinginannya membuat penambahan personel bercak bertambah dua intan dan Siska yang dipastikan ikut dalam

 

acara Persami ilegal pembawa petaka itu dengan kata lain tak mungkin bagi jalur dan Irfan kabur bak pecundang apalagi kabar Uji Nyali itu juga sudah menjadi berita seantero sekolah ronta seekor ayam yang baru saja disembelih dimana ayam itu menjadi menu utama di Persami itu G2 tenda juga di sewa dengan model tabungan yang ada ini dia ingin Persami Sedayu telah akan menjadi cerita hangat yang akan menjadi kenangan tak terlupakan di kalah tua dan Hari Yang Dinanti pun tiba semua personil bersiap hanya dirgo yang hadir dengan perlengkapan penuh bagi yang lain berkemah di tempat ini tak hanya khayalan menginap di rumah orang lain saja yo wong rata-rata rumah hanya berjarak empat kilometer dari sungai ini kata mereka sore hari mereka sudah mendapatkan tempat strategis dengan hijab satu persatu mereka mengerjakan tugas pada bagian masing-masing sejauh ini semua berjalan lancar sesuai dengan harapan dirgo hanya saja dirgo tak menyadari bahwasanya kala senja menyapa tragedi buruk itu kembali menanti mereka selepas santap malam menuayam bakar dua botol minum disiapkan untuk digelar canda tawa Rio di tempat sakral yang seharusnya dijaga api unggun berada tepat di tengah mereka tiba-tiba dirgo berkata Ayo sekarang jurit malam nya dimulai di saat mereka bersiap-siap biru kembali berniat untuk mempermainkan teman-temannya dengan berpura-pura kerasukan selang melantunkan ayat-ayat sesat itu dargul langsung berpura-pura jatuh ini dia merayap di tanah sembari meraung-raung Noah pasti akan seru melihat Galuh dan Irfan ketakutan lagi ini dia sangat berharap hal itu akan terulang kembali langkah pertama berhasil tawa histeris dari kedua wanita itu semakin membuat dirgo tersenyum lebar dalam hati ini dia melihat wajah-wajah pucat penuh dengan rasa takut mata Virgo

 

memelototi mereka semua satu per satu Virgo hampir kelepasan tertawa dan membongkar aksinya malam itu sebelum matanya terpaku menatap Irfan Irfan tidak menampakan raut wajah takut malah Irfan menatap wajah Virgo dengan rasa penuh marah dan seperti ingin menantang dirgo semakin brutal melakukan aksi konyolnya drummer matanya terus melotot kearah Irfan Fokus utama membuat Irfan takut bila itu terjadi akan kuakhiri permainan ini pikirnya eh tak pateni go Evan kata dirgo mimpimu akan jadi nyata engkau akan selalu hidup dalam kegelapan seru dirgo padanya lakukan sebisamu sambil aku khawatir kau yang mati saat ini balas Irfan pada dirgo ia mendengar itu sempat membuat dirgo merinding namun dia masih berpikir positif thinking Irfan mungkin membantu aksinya kala itu Dear God dan Irfan saling bertarung tatap tiada satu orang pun yang memalingkan pandangan sementara yang lainnya hanya bisa terdiam Galuh Mitro dan Rizki tidak tahu harus berbuat apa dancuk kalian udah jangan bercanda lagi triac Galuh yang sangat terganggu dengan kejadian itu ini kesempatan terakhir aku akan berlari kearah Irfan berpura-pura mau menyerangnya bila ia tidak takut aku kalah dan akan kuakhiri semua ini baru-baru juga dirgo mengambil ancang-ancang langkahnya langsung terhenti satu hembusan angin yang teramat kencang memporak-porandakan nyala api dari api unggun yang

 

mereka buat Bara berhamburan berserah kemana-mana Astagfirullah ucap dirgo spontan semua bergidik tangis dari intan dan Siska pecah di tengah keadaan gelap gulita hanya ampasan dari bara yang bercahaya menjadi satu-satunya penerang malam itu diriku terdiam Dinginnya malam malah membuat dia berkeringat Irfan tiba-tiba ada dibelakangnya jadi mau bunuh aku ora dear bisiknya tepat ditelinga dirgo entah bagaimana Irfan bisa berada di belakang direbus cepat itu keberanian Diego seketika luntur yowes Kalau jenengan gak punya nyali tak tawari pulang sama aku ngucapinnya kembali tangan Irfan menggenggam tubuh dirkuad diangkatnya dirgo ke bahunya sebelum dia berlari sembari menggendong Virgo melompat ke dalam Sungai Serayu Intan yang samar melihat kejadian itu langsung jatuh pingsan dia tidak kuasa menyaksikan kejadian horor yang benar terjadi di depan kedua matanya Galuh yang melihat itu langsung berteriak eh kalian cepat cari bantuan teriaknya kepada dua rekannya 20 menit lamanya Rizki dan Metro baru kembali membawa bala bantuan beberapa warga dan keluarga dari mereka datang kesana terlihat raut wajah panik dari orang tua mereka terutama keluarga Ilham dan dirgo malam itu mereka diserbu beribu pertanyaan keadaan syok membuat mereka tak dapat menjelaskan apa yang terjadi belum lagi satu-satunya orang yang melihat kejadian Irfan dan dirgo

 

terjun ke sungai jadi ini kayaknya ada salah penulisannya ini Irfan atau Ilham gitu tapi dari awal paragraf si Ilham tapi tut sampai tengah-tengah ke Irfan ya I am Mohon dimaafkan ya Oke kita lanjut kita ganti jadi Ilham aja ham ham wow ya aku pulang aja aku takut kata itu berulang Intan ucapkan dalam pingsannya malam itu Sungai Serayu terasa ramai agak lama terdiam barulah Galuh menjadi orang yang menceritakan awal petaka itu terjadi kondisi mereka yang belum stabil membuat warga masih bingung harus berbuat apa belum lagi keadaan yang larut malam penerangan yang masih mengandalkan obor bambu semakin membuat pencarian Ilham dan dirgo mustahil untuk dilakukan Oh ya sedikit koreksi ya karena banyaknya nama yang terpakai dalam cerita ini saya malah salah sendiri menetapkan pelaku-pelaku tragedi Sungai Serayu Oh ini Pengakuan dari penulisnya Iya bener kan Ilham itu Irfan karena sudah terlalu banyak pakai nama Irfan Jadi fix kita pakai nama Irfan ya Oh ya okelah pakai nama Irfan ya jadinya ya ini saya yang baca malah bingung ini kayanya Oke kita lanjut tubuh dirgo perlu dengan literan air yang masuk kedalam mulutnya sebelum berlangsung cepat birgus seperti dak dapat melawan kalau mereka berdua terjatuh masuk ke dalam Sungai Serayu dia hanya

Baca Juga  PODCAST STORY HORROR MISTERI DESA JARI KELINGKING

 

mengingat Irfan terus membawanya menyelam hampir kedasar sungai itu yang membuat dirinya hilang kesadaran sementara di tepian bantaran sungai Serayu beberapa warga masih setia mencari keberadaan Irfan dan dirgo sesekali teriakan mereka Terdengar lantang Memanggil nama kedua orang itu sembari berharap Keduanya dapat ditemukan dengan selama Irfan dirgo teriakan itu sahut menyahut terdengar diantara suara deburan air Serayu yang mengalir deras the bird Virgo suara Irfan terdengar Memanggil nama dirgo bego nampak lelah dia terbangun dari pingsannya matanya masih berkunang menatap sosok Irfan yang ada didepannya dia sedikit takut dan Mencoba menjauh dari Irfan kamu bukan Irfan triac dirgo kepada sosok itu khusus ngawur kamu sadar diri aku ini Irfan sahabat ayo bangun Cari jalan pulang bosen aku nungguin kamu sadar dari tadi Ketus Irfan menjawab pertanyaan dirgo ucapan Irfan tak lantas membuat dirgo percaya ada perasaan trauma akan kejadian yang baru saja dialaminya untuk meyakinkan dirinya dirgo melantunkan ayat-ayat Suci al-quran sebanyak yang dia hafal sebelum seruan Irfan kembali berbicara dia mengikuti setiap lantunan ayat yang diucapkan Virgo seketika Hal itu membuat dirgo merasa tenang Ya udah belum bacanya masih mikir kalau Bu demit setan atau apa ucap Irfan kembali Aduh kita gimana ini Luhur mbolang nggak tahu aku jawab Irfan sembari menoleh ke segala penjuru jarak pandang mereka sangat terbatas keadaan gelap terhadap himpitan pepohonan yang berjejer rimbun dan menjelang tinggi baik dirgo maupun

 

Irfan terdiam diperhatikannya tempat itu dengan seksama mereka sangat asing belum lagi suara aliran sungai yang jelas terdengar namun jauh mereka memandang tidak ada aliran sungai Serayu yang di depan mereka kata-kata Irfan semakin membuat mereka bergidik Irfan lebih duluan tersadar dan menemukan dirinya sudah berada di sini tepat disamping Virgo saat itu dirgo masih belum sadarkan diri malah Irfan balik bertanya dalam ingatan terakhir yang diingatnya mereka menikmati makan malam di tengah api unggun dia sama sekali tidak mengingat bagaimana dia menarik dirgo terjun ke dasar Sungai Serayu aku bingung bir tadi kan kita asyik makan ayam bakar lah tahu-tahu kita disini malah baju Lebak basah semua katanya polos Diego enggan menceritakan apa yang sesungguhnya terjadi namun pakaian mereka yang benar-benar basah kuyup meyakinkan dirgo bahwasanya semua ini nyata terjadi semua bukan lagi skenario yang dirancangnya melainkan petaka yang datang di waktu yang naas aduh bagaimana ini dear tekan atau kekiri tapi oh aku manut fun kali ini kamu aja yang nentuin pungkas dirgo dengan rasa bersalah percepat bukanlah solusi terlebih dirgo memahami sebagai dalam penyebab kejadian ini keputusan Irfan jatuh pada menelusuri jalan ke kanan tidak ada alasan khusus dia hanya berpatok kalau kanan lebih baik dari kiri langkah mereka perlahan Menelusuri Jalan Tanah bebatuan itu Setapak demi

 

setapak jalan itu terus dilalui mereka tanpa ada tanda-tanda kehidupan hanya hamparan pohon rimbun yang sedari tadi menemani perjalanan itu mereka tidak dapat memastikan sudah sejauh apa mereka berjalan karena sedari awal mulai pergerakan hingga nafas terasa sesak melangkah jauh di tempat berpijak ini sama dengan tempat awal mereka terbangun Oh jadi muter-muter gitu ya Mereka mencoba merubah haluan Irfan dan Virgo pun nekat menelusuri jalan melewati pohon-pohon rimbun itu mereka tidak lagi melalui Jalan Setapak yang sedari tadi dilalui alhasil sama saja langkah mereka tetap berujung di Jalan Setapak itu seolah mereka hanya berjalan di tempat Irfan malah sempat terlihat berteriak geram dengan apa yang terjadi ah ah Tae disini lagi asu ini ada apa sih katanya dirgo mencoba menenangkannya tidak mau dirinya tersulut emosi di dalam hatinya dirgo merasa takut takut mengatakan kejujuran Kenapa mereka disini karena jika menceritakan semuanya hanya akan membuat mereka bertengkar yo wes wes kita tenang dulu Coba kita sama-sama berdoa memohon petunjuk dari Allah terang dirgo sabar meredam emosi Irfan Virgo faham saat ini mereka tidaklah berada di alam manusia batinnya terus berbisik saat ini mereka berada di alam para demit usai mereka berdoa dirgo mengajak Irfan

 

sekali lagi Menelusuri Jalan Setapak itu ranting dari beberapa pohon dijadikannya patokan pertanda Perjalanan yang tak berujung lama berjalan mereka tidak lagi menemui tanda yang dibuat Virgo namun tetap saja tidak ada perbedaan tempat yang dirasa mereka kembali melangkah akhirnya lagi-lagi mereka kembali ke area yang sama belum juga dirgo mengatakan kebenaran awal mula tragedi Irfan sudah tersulut emosi Bangsat kenapa sih aku kenal kamu kamu teriaknya kepada dirgo sesat sesat tambahnya lagi kepada dirgo dirgo masih menahan emosi sekalipun rasa lelah sudah cukup memberatkannya gini emosinya ikut memuncak tatkala Irfan sudah mulai memancing dirinya dengan satu dorongan yang dilakukannya kepada dirgo hampir saja mereka baku hantam karena dirgo sudah merasa lelah mengalah dan menahan emosinya bagi dirinya sekalipun benar ini karena dirinya bukan berarti semerta-merta Irfan boleh memperlakukannya semena-mena terlebih kata maaf sudah berulang kali terucap dari mulut dirgo adu mulut terjadi diantara keduanya Irfan sudah mencengkeram baju diriku didorongnya dirgo sampai jatuh ke tanah keadaan semakin panas tatkala Irfan sudah mulai serius menghajar dirgo

 

sebelum suara menghentikannya krincing krincing suara kerincingan nyaring terdengar seiring langkah kaki seseorang yang seperti menelusuri Irfan terdiam matanya fokus melihat kearah suara samar terlihat oleh matanya beberapa orang berjalan sembari menggiring kerbau suara kerincing itu berasal dari rantai yang dikenakan kerbau itu Woi tunggu Irfan berteriak kencang sembari berlari mengejar mereka dia tidak mempedulikan dirgo ditinggalkannya dirgo sendiri bajunya ini adalah kesempatan emas di mana tahu dia bisa lepas dari tempat laknat ini dengan bantuan orang-orang itu pikirnya lepas kejadian itu tinggallah diriku sendiri yang mulai takut dia berusaha bangkit secepat mungkin mengejar Irfan dan gerombolan orang yang tadi mereka lihat baik Itulah part pertama dari trik Twitternya nyata tentang sungai Serayu Jadi mungkin Para pendengar agak bingung ya dengan ceritanya karena saya sendiri juga gimana ya Agak rancu yang mungkin bahasanya ya ya bukan maksud saya bukan menggurui atau apa kurang mungkin kurang rapi gitu tulisannya tapi tetap oke kok kalau kita ngerti ceritanya baik Itu saja cerita dari saya pada malam hari ini part 1nya karena panjang ya Jadi saya buat 24 besok pagi keduanya oke sekarang Selamat malam dan selamat beristirahat t-shirtapi respon mereka nampak ketakutan saat melihatnya hingga seorang bapak tukang becak meneriaki Ferdi dedek sini Dek sambil tangannya Melambaikan memanggil Ferdi kamu itu banyak diikuti makhluk halus kamu harus segera pulang ke Jakarta dari pertolongan makhluk-makhluk itu kelihatannya jahat mereka mau kamu mati disini dan rok kamu menjadi tetap disini sambung Bapak tersebut ia mendengar itu Ferdi mendekat Ferdi tidak sanggup untuk menahan tangisnya karena

Baca Juga  PODCAST STORY HORROR TERROR BONEKA PENARI #spiritdoll

 

ketakutan dengan isak tangis Ferdi berkata Ha tolong saya Pak ini saya akan kembali ke Jakarta Pak bapak itu memanggil ojek online yang kebetulan melintas Ferdi sempat bingung saat bapak itu memanggil tukang ojek dengan sebutan Pak Haji ini Tolong antarkan anak ini ke bandara ya sang tukang ojek hanya tersenyum Selama perjalanan ke bandara dapat ver dirasakan bahwa sosok-sosok makhluk itu masih mengikutinya ia Bahkan dia merasa seperti ditiup angin besar sampai motor yang dia tumpangi oleng sang ojek online terus melantunkan ayat-ayat suci dibantu baca doa sebisanya ya mas jangan putus Ferdi tidak menjawab ia langsung menuruti ucapan sang ojek singkat cerita mereka telah tiba di bandara siang itu tiba-tiba ada seseorang berseragam loreng berbicara dengan nada tinggi Heh pergi kamu jangan ikuti orang ini baru jahat seketika itu juga Ferdi mendengar suara lirih di belakang berkata manusia ini akan menemaniku disini jangan kau coba untuk menghalangiku Ferdi

 

mendengar suaranya seperti kakek tua yang berkata Biarkan anak ini pulang-pergi kalian Ferdi merasa di belakangnya seperti ada orang yang berkelahi tetapi ketika dia menengok ternyata tidak ada siapa-siapa tidak lama kemudian seorang tentara Angkatan Darat petugas bandara sebut saja namanya Bapak BNI memberikan Ferdi segelas air minum Bapak TNI itu menyuruh Ferdi untuk meminum dan mencuci mukanya dengan air yang sudah dibacakan ayat-ayat suci kamu baik-baik aja kan Mas tanya Bapak TNI itu dengan nada khawatir Ferdi mengangguk pelan waduh banyak sekali makhluk yang mengikuti kamu bahkan ada satu makhluk kuat yaitu banaspati yang mencoba membuat badanmu merasakan terbakar namun untungnya Ada sosok kakek bersorban putih yang terus berkelahi menelannya biasanya Mas orang yang kena banaspati itu tidak akan selamat ucapnya menjelaskan the slave di meminum air yang diberikan dia merasa

 

sedikit tenang setelahnya Bapak TNI itu membantu Ferdi membelikan tiket pesawat untuk dia pulang ke Jakarta Bahkan dia mengantarkan Ferdy sampai masuk ke duduk di pesawat bapak TNI itu juga berkata untuk berpikir dan memberikan nomor teleponnya dan berkata Setibanya Ferdi di Jakarta Ferdi langsung menghubungi nomor itu Katakan pemilik nomor itu bisa membantu untuk membersihkan para makhluk halus yang mengikutinya Ferdi pun mengucapkan terima kasih dapat Ferdi rasakan semua penumpang pesawat menatap kearahnya hingga sampai di Bandara Sutono Hatta Ferdi langsung ke tempat pemesanan taksi setelah mendapatkan taksi Ferdi meminjam handphone driver taksi untuk menghubungi nomor yang Bapak TNI berikan sewaktu menolongnya di bandara Pontianak disitu Feby dibuat heran lagi ketika telepon itu terhubung dan lawan bicaranya langsung menjawab Mas Ferdia yang ditolong oleh Pak Abdul TNI Angkatan Udara di Pontianak itu jadi menjawab iya pak betul langsung saja ke jalan yang saya kirim ya Mas alamatnya Jakarta Barat halo ah Baik Pak Maaf saya mau manggil Bapak nanti siapa ya Oh saya Pak Bambang tanya aja kalau sudah dekat sejak situ banyak yang kenal saya kok Ferdi mengakhiri telepon itu dan taksi yang ditumpangi menuju ke Jalan Jakarta Barat sesuai arahan Pak Bambang tadi Setibanya dia di rumah Pak Bambang terlihat Pak

 

Bambang langsung gelengkan kepala Seraya berkata banyak sekali makhluk yang ikut dengan kamu Mas Untung saja pengawal kamu kuat setelahnya Pak Bambang menyuruh Ferdi untuk masuk melihat raut ketakutan Ferdi Pak Bambang berkata bahwa makhluk yang menghitung Ferdi tidak akan bisa masuk ke rumahnya ketika Ferdi masuk ke rumah Pak Bambang Dia merasakan ketenangan sampai dia tertidur karena tidak tidur sama sekali selama teror itu berlangsung sebangkunya Ferdi Dia merasakan badannya capek semua capek ya Mas habis berpetualang dengan jin-jin itu celedug Pak Bambang sambil jarinya menunjuk kearah depan pintu selanjutnya Pak Bambang langsung menyuruh Ferdi untuk minum air putih Sebelumnya Pak Bambang mulai meruqyah Ferdi dia sempatkan sendiri untuk membuka mata batin Ferdi supaya dia bisa melihat para makhluk itu diluar rumah beliau Mas apa makhluk itu mengejar Mas itu dari Kalimantan tanya Pak Bambang sambil menunjuk kearah luar rumahnya seketika itu Ferdi melihat banyak sosok dari kuntilanak merah terus ada pocong pokoknya banyak deh lalu Ferdi melihat ada sosok tinggi berbulu hitam pekat dengan bola api melayang di atas kepala makhluk itu Ferdi berucap kristupa api itu Pak yang pertama kali aku lihat dan dia mencoba menyerangku Halo Pak Bambang menjawab itu namanya panas patimas biasanya orang yang kena itu jarang sekali selamat tapi untungnya masih ini bukan keturunan orang biasa penjaga Mas itu kuat ahli agama Perbanyaklah kirim Doa Untuknya Ferdi tidak menjawab cukup dia sudah tahu sosok itu

 

dari almarhum neneknya Katanya sih leluhur kakeknya itu berasal dari kerajaan Cirebon dan sekaligus beliau itu salah satu tokoh penyiar agama di kota itu selama proses Ruqyah Ferdi tak sadarkan diri dia hanya merasa Jika dia saat itu berada di lorong panjang dan gelap ini dia terus berjalan menuju setitik cahaya putih didepannya dan seketika itu dia berada di ruangan yang putih berkilau dan bertemu dengan sosok kakek bersorban putih lengkap dengan penutup kepala Ya seperti Walisongo setelahnya dia langsung sadar dan berada di rumah Pak Bambang yang sedang mengucapkan hamdulillah ya alhamdulillah Mas sudah bertemu dengan leluhurnya Mas salam ya Mas dari saya ucap Pak Bambang ambil hal positif dari Kejadian ini Ferdi yang bertamu lupa mengucapkan salam kepada makhluk tak kasat mata yang berada di hotel itu mungkin karena dia sangat excited dengan tugas kerja atau lelah atau berjuta pikiran yang dia pikirkan sejak awal keberangkatan sehingga dia lupa untuk mengucapkan salam sekian sepenggal cerita dari pengalaman Ferdi terima kasih dan salam literasi baik Itulah akhir cerita dari Mas Ferdi yang ditulis oleh ramma Atmaja jadi gimana ya kelanjutannya Apakah Mas Ferdi ini dipecat dari kantornya Oh enggaklah Oh ya mungkin aja bisa alasan itu ya ya alasan diganggu itu jadi pihak kantor itu kantor pusat yang ada di Jakarta bisa memaklumi oke Mungkin itu saja cerita dari saya pada malam hari ini kurang lebihnya saya mohon maaf wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Leave a Reply

Your email address will not be published.