PODCAST STORY HORROR TUGAS DINAS KALIMANTAN

assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Halo semuanya Jumpa lagi dengan saya jodoh sing-sing kurator dari podcast horror Nights Story halo halo apa kabar semuanya semoga kalian semua sehat-sehat ya dan seperti biasanya pada malam hari ini saya kembali dan akan menceritakan sebuah kisah mistis untuk kalian semua kisah mistis kali ini datang dari seorang karyawan yang bekerja di Jakarta dan kemudian dia mengalami kejadian mistis saat dia ditugaskan di salah satu hotel yang ada di Kalimantan Barat Seperti apa kisahnya mereka kita simak namanya Ferdi kisah ini terjadi saat dia dinas di Pontianak Kalimantan Barat hari Senin di pagi hari tepat pukul 8 lebih 45 menit The Fairly Baru saja sampai di kantornya yang seharusnya masuk di 08.00 jangan heran Ferdi memang karyawan teladan alias telat karena dan dan digarisbawahi bahwa telah dan disini bukanlah dalam artian teladan yang tidak pernah terlambat tetapi untungnya untuk divisi absensi tidak dipermasalahkan asalkan yang terpenting adalah progres dan nasibnya karena memang divisinya Ferdi ini adalah analisis proyek jadi otomatis bisa dikatakan dia lebih banyak menghabiskan waktu jam kerja di proyek atau lapangan lanjut ke cerita tepat pukul sembilan pagi Ferdi yang baru saja absen finger langsung menuju ke warung kopi tempat biasa tim divisinya berkumpul Oh ya benar saja bisa Nah sudah terdapat David Hendra dan Bang Indra emang Saya pesen es kopiah seru Ferdi kepada sang penjual Oke siap bos tumben nih baru berempat yang kumpul Ferdi yang mendengar itu pun mengedarkan pandangannya Oh iya Bang Hendra kemana-mana aku tanyanya kepada Bang Indra yang menyadari bahwa salah satu dari mereka belum datang Halo Bang Indra menjawab ada meeting internal tadi sama manajer mereka disambung dengan jawaban David Bang Hendra sudah di ruangan Manager

 

sejak pukul 8 pagi pagi bang Ferdi balik bertanya lho tumben pagi-pagi banget udah absen roman-romannya ada yang mau kasbon di hehe diakhir kalimatnya Ferdi tertawa kecil lalu David menjawab Kayaknya sih gitu Bang tapi denger-denger Bang Hendra mau ditugaskan ke Kalimantan Barat Ferdi mengangguk-anggukan kepalanya Mengingat bahwa cabang perusahaan yang ada di Kalimantan penjualan produknya merosot 60% dari normal biasanya yo yah membuatnya tidak heran jadi perusahaan tempat mereka bekerja Itu adalah sebuah perusahaan Jepang yang bergerak dibidang desain interior untuk gedung perkantoran dan rumah mewah oh gitu Bang jawab Ferdi aduh tapi Hendra Kayaknya nggak bisa pergi tugas kesana deh karena Setahu gue anaknya yang masih SMP habis kecelakaan motor di kompleksnya dan tangannya patah mungkin itu jadi pertimbangan dia karena harus bolak-balik ke rumah sakit bahwa anaknya check-up ucap Bang Indra Ferdi berorientasi tatapannya terarah kepada David yang sejak tadi hanya menjadi pendengar lalu dia berkata engkau gitu David aja Bang gantiin Bang Hendra tugas ke Kalimantan Barat gimana ia mendengar namanya disebutkan sontak David menggeleng dia menjawab Wah saya mau ditugaskan ke Medan Bang Rabu aja udah berangkat oh Bang Irwan aja deh Gimana Bang vertebralis bertanya kepada Bang Irman Gusman Bang Irwan menjawab Justru itu free way to ke Medan sama David Oh ya udah kalau gitu Bang Indra aja Wah kalau aku sih mau ke Aceh Waduh otomatis bisa-bisa saya sendiri nih yang menganalisa pasar di Kalimantan Barat yo yo Ferdi tepat pukul sebelas siang handphone Ferdi berbunyi dengan segera dia mengambil

 

handphonenya terpampang nama Bu manajernya dilayar handphonenya ver kamu dimana itu adalah Kalimat pertama yang Ferdi dengar setelah mengangkat sambungan telepon itu di kantor lantai 1 Bu kenapa ya Bisa keruangan saya sekarang ke lantai 4 mau ngobrol seputar penjualan di Kalimantan Barat yang merosot pesat nih Ferdi bergumam pelan benar apa firasatnya sudah dipastikan dia akan mengurusi permasalahan di Kalimantan Barat selama tiga bulan Baik Bu sebentar ya Nanti saya ke ruangan ibu Ferdi menghembuskan nafasnya setelah menyimpan kembali handphonenya dia menatap teman-temannya yang sejak tadi diam Seraya mendengarkan perbincangan Ferdi dengan sang penelpon Bu managernya Bos tanya Bang Indra Oh iya nih Bang Sambil tertawa Bang Indra berkata Oke semoga betah ya Bos di Kalimantan hahaha Aduh sialan kenapa harus gue sih untuk Ferdi sambil menepuk jidatnya sendiri Ferdi bergegas beranjak ke lantai 4 menggunakan lift untuk menuju ruangan Manager Setibanya dia di lantai empat dan langsung menuju ke ruangan Manager ketika akan ingin mengetuk pintu secara tidak langsung Bang Hendra membukanya lu kok tahu bang gue mau masuk tanya Ferdi langkah sepatu lo kedengaran Bos melihat ekspresi terkejut sekaligus bingung membuat Bang Hendra tidak bisa menahan tawanya menurutnya ekspresi temannya itu sangat lucu

 

Enggaklah kebetulan gue mau ke ruangan dapur nih minta dibuatin juz anggur sama si OB ralat Bang Indra Oh okelah bang gue masuk dulu ya tanpa menunggu balasan Bang Hendra Ferdi langsung memasuki ruangan di sana Bu manager telah menunggu kedatangannya dengan senyum ramahnya Bu Manajer menyapa Ferdi r apa kabar tanya Manager sambil duduk di kursi dengan meja ukiran kayu di depannya Saya baik bu sangat baik jawab Ferdi ia terlihat flash wajah kamu Fair Ferdi hanya tersenyum kecil untuk menanggapi kalimat manajernya itu aku udah pesen orange juice nanti tunggu minumannya datang kita ngobrol ya di sofa aja sambil nunggu Centre datang sambung sang manajer yang dianggotai oleh Ferdi setelahnya keduanya memasuki obrolan biasa seperti seputar Project yang sedang feat ditangani Atau hal-hal lainnya tidak lama kemudian Bang Hendra kembali ke ruangan dengan membawa tiga orang juz obrolan kembali ke tujuan ah jadi gini Fair cabang kita yang di Kalimantan Barat itu sedang mengalami kesulitan hingga penjualan mereka itu menurun sebesar 60% dari biasanya Ferdi terus mendengarkan dengan seksama sesekali dia mengangguk kecil paham apa yang menjadi permasalahan rupanya para selesai yang dipekerjakan di wilayah Kalimantan Barat Quran konsisten

 

dalam menjalankan pekerjaannya maka dari itu Ferdi faham apa yang harus dia lakukan terjun langsung ke konsumen untuk mengembalikan kepercayaan mereka adalah jawabannya sang manajer juga bercerita bahwa seharusnya tugas ini dia berikan ke Bang Hendra tetapi mengingat keluarganya Tengah mengalami cobaan jadi Bang Hendra mengambil cuti dan tidak bisa bertugas ke Kalimantan Barat Oleh karena itu ferdila yang ditunjuk sama manager untuk menggantikan Bang Hendra Oh ya Ferdi hanya bisa mengangguk pelan nanti selama disana Kamu tinggal di hotel melati lokasinya tepat di tengah kota Kalimantan Barat dan ada satu unit Fortuner untuk akomodasi kamu disana Dan untuk yang lain-lainnya nanti kamu bisa koordinasi dengan agen kita disana itu singkat cerita Ferdi sudah tiba di salah satu bandara di Kalimantan Barat Ferdi merogoh saku celananya mengambil benda pipi handphonenya dan segera menelpon ke kantor pusat karena tidak ada Supir agen kantor yang menjemputnya kamu langsung aja menuju ke hotel menggunakan taksi online ya Balas sang manajer diseberang telepon mendengar itu Ferdi mengernyitkan dahinya heran Walau begitu dia tetap mencoba berpikir positif Ah mungkin mereka semua sedang sibuk pikirnya saat itu Ferdi tiba di hotel melati tepat pukul sebelas siang diperhatikannya bangunan tinggi yang berdiri

Baca Juga  PODCAST STORY HORROR KOS ANGKER JEMBER

 

didepannya dengan seksama tua itulah penilaian pertama Ferdi pada bangunan itu Ferdi tersenyum dan mengangguk kecil ketika resepsionis hotel itu menyambutnya dengan menyebut namanya Ferdi menerima kunci kamar dan kunci mobil yang diserahkan kamarnya berada di lantai dua dengan nomor kamar 302 dapat Ferdi rasakan sesuatu yang aneh seakan ada yang tidak menginginkan kehadirannya karena tidak ada sambutan dari tuan rumah Mari saya antarkan ke kamar dan kopernya biar nanti Rumbai aja yang bawakan baik tolong dibawakan ke kamar ya ucap Ferdi ditengah perjalanan dia mencoba menanyakan letak kantornya untungnya letak kantor itu cukup dekat dengan hotel yang kini ia tempati hanya perlu melewati lampu merah di sebelah kiri dan gedungnya berwarna biru laut Ferdi berinisiatif untuk pergi ke minimarket yang letaknya berseberangan dengan hotel untuk membeli beberapa kebutuhan sekembalinya dari minimarket Ferdi dikejutkan dengan sosok pria berwajah putih pucat dengan ekspresi yang datar pria itu sempat menegurnya Seraya melangkah keluar dari Garasi hotel yang sedikit gelap Halo Pak Ferdi Ya tanyanya Iya Pak betul Maaf dengan bapak siapa ya Ferti balik bertanya saya Alex penanggungjawab kantor sekaligus kantor ini jawab dia memperkenalkan diri setelahnya Ferdi pamit untuk masuk ke hotel dan langsung

 

dipersilahkan oleh pria yang memperkenalkan namanya sebagai Alex itu Setibanya dikamar Ferdi langsung menelepon manajernya menanyakan Siapa kepala cabang di Kalimantan Barat dia terdiam sejenak Ketika sang manajer menjawab bahwa Pak Doni la kepala cabang di sana Lalu siapa Alex yang baru saja mengatakan kepada Ferdi bahwa dia adalah penanggungjawab terlebih sang manajer juga mengaku bahwa tidak mengenali orang yang bernama Alex 30 menit kemudian handphone Ferdi berbunyi menandakan sebuah panggilan masuk halo halo selamat siang ucap Ferdi siang Pak Ferdia saya Alex yang pegang cabang Kalimantan Barat Pak oh Bapak yang tadi dibawa ya Hening tidak ada jawaban tetapi Ferdi tidak mempermasalahkan nanti bisa kita makan malam bersama di restoran dekat Pak dekat Sungai Kapuas Pak nanti lokasinya akan saya share loc oh Baik Pak kata Ferdy setelah sambungan telepon terputus Ferdi duduk dia memikirkan beberapa pertanyaan yang mulai menyerang otak kecilnya jadi kepala cabang di sini itu Alex atau Doni lalu Pak Alex ini dapat nomornya dari siapa tidak mau ambil pusing akhirnya Ferdi memilih melupakan pertanyaan-pertanyaan itu selepas sholat dhuhur Ferdi tertidur dan bangun pada pukul 04.00 Setelah dia usai mandi handphonenya kembali berdering dan kali ini adalah panggilan dari Pak Doni halo Fer bisa ke restoran lebih hotel saya sudah pesan kamu pop ini Oke pak saya ke sana Ferdi yang semakin bingung mencoba bersikap tenang

 

Setibanya dia di lobi Hotel terlihatlah Pak Doni yang sudah menunggunya keduanya pun mengobrol seputar keadaan di Kalimantan Barat di akhir obrolan mereka Ferdi menyempatkan diri untuk bertanya kepada Pak Doni mengenai pria bernama Alex ekspresi heran dari Pak Doni langsung Ferdi dapatkan loh Dari mana kamu dapatkan nama itu Oh nggak Pak saya tadi mendapatkan telepon ngakunya dari Pak Alex jawab Ferdi Bicara apa dia tanya Pak Doni dengan mempertahankan ekspresi herannya dia hanya mengucapkan selamat datang aja Pak oh gitu Alex itu anak saya Pak dia orangnya baik kok Dia studi di Singapura Sekarang jawab Doni Ferdi tidak menceritakan perihal undangan makan malamnya oleh Pak Alex kepada Pak Doni setelah mendengar penjelasannya bijaknya kembali Handphonenya tidak ada notice pesan dari Pak Alex yang berjanji akan mengirimkan alamat restoran untuk melakukan makan malam bersama karena itu dia berinisiatif menuju restoran dengan bantuan yo yah tidak butuh waktu lama Ferdi telah sampai di tempat tujuan jarak tempuh dari hotel ke lokasi hanya membutuhkan waktu selama 15 menit dengan menggunakan mobil Ferdi mengernyitkan dahinya heran bangunan di depannya surat tampak berdebu membuktikan bahwa bangunan itu sudah lama ditutup melihat itu Ferdi mencoba menghubungi Pak Alex setelah mengecek nomor Pak Alex seri

 

terdiam sesaat ketika mengetahui bahwa nomor tersebut adalah nomor dari luar negeri beberapa kali Ferdi mencoba menghubungi tidak ada respon dari Pak Alex akhirnya dia memutuskan untuk berjalan-jalan ke alun-alun daerah Seraya mapping daerah tepat pukul 10.00 Ferdi kembali ke hotel Setibanya disana resepsionis berucap kepadanya bahwa Pak Doni sempat ke hotel dan berniat mengajak Feby untuk makan malam bersama Ferdi mengucapkan terima kasih setelah mendengarkan penjelasan dari sang resepsionis saat Ferdi memasuki kamarnya kedua matanya menangkap selimut yang ada di kasurnya terlihat seperti ada seseorang yang baru saja mendudukinya ya terlihat jelas bekas Duduk disana sempat berfikir Siapa yang baru saja duduk di sana tetapi Ferdi mencoba berpikir positif Ah mungkin itu bekas tasaqu gumamnya setelah kejadian itu dua minggu berlalu Ferdi di Kalimantan semua berjalan normal hingga di minggu ketiga dia mulai merasa adanya gangguan dibukanya atrikel Pontianak dia merasa aneh karena di Mac book nya yang terbuka Hanya seputar mistis tentang kuntilanak singkat cerita Ferdi dekat dengan salah satu kliennya ya sebut saja namanya Lidya tujuan Ferdi dekat dengannya hanyalah untuk bertanya seputar keanehan yang dia rasakan selama ini Kebetulan Lidya ini adalah asli orang Kalimantan Barat setelah membahas soal pekerjaan dengan Lidya Ferdi Mencoba membuka topik Obrolan Seputar keanehan

 

yang dia rasakan selama ini tetapi balasan Lidya hanya menyuruh Ferdi untuk bertanya salat sekalipun berada di kamar jangan pernah meninggalkan shalat lima waktu lalu Lidya meminta izin untuk cek kamar Ferdi Ferdi memberikan kunci kepadanya setelahnya Lidya naik didampingi resepsionis kekamar Ferdi Ferdi hanya menunggu di sofa lobi hotel sambil membuka MacBook nya di sekitar 30 menit Libya sudah selesai berkomunikasi dengan makhluk yang mendiami kamar 302 eh kayaknya kamu pindah kamar aja deh secepatnya kalau bisa yang punya kamar itu tidak suka dan merasa terganggu karena itu tempat dia ucap Lidya dari sana Ferdi tahu bahwa kamar itu ternyata bekas almarhum anaknya Pak Doni yang meninggal kecelakaan pesawat Ferdi tidak masalah apabila dia harus pindah kamar dan tidak mungkin dia menanyakan perihal ini kepada Pak Doni karena takut menyinggung perasaannya ok deh Thanks ya Lit ucap Ferdi kepada Lidya akhirnya Ferdi pindah kekamar 107 yang sudah disiapkan oleh pihak hotel letaknya tidak jauh dari lift dan lorong kamar lain setelah tiga hari dia pindah kekamar 107 lagi-lagi Dia merasakan keanehan selepas pulang kerja dan masuk kekamar khususnya di kasur tercium bau bangkai sampai Ferdi merasakan mual karenanya Ferdi memutuskan untuk menelpon resepsionis dengan maksud meminta ganti spray dan pengharum yo yo itu baru diganti lo Pak siang tadi oleh kami coba sebentar kami cek

 

ulang ya jawaban itu membuat Fredly mengenal nafas panjang Aduh ada apa lagi sih ini tidak lama kemudian datang petugas hotel dan berucap heran ya Pak tadi siang baru saya ganti dan itu baru dari laundry Hotel nggak mungkin loh kalau sekarang udah bahu Pak Ferdi menjawab kurang kering mungkin waktu jemur jadi bau Demek setelah menggantikan sprei petugas Hotel itu pamit lalu Ferdi mencoba untuk salat magrib tapi ketika dia akan salat Ferdi melihat seperti ada bayangan wanita berambut panjang dengan gaun berwarna putih melayang kearah kamar mandi Ferdi tidak mempedulikan sosok kuntilanak itu hingga keanehan kembali muncul ketika tepat pukul dua malam Ferdi terbangun dan tidak bisa tidur dia mencoba untuk membuka jendela kamar hotel dia melihat ada sesuatu berwarna kuning kemerahan yang diyakini adalah sebuah lampu tetapi Ferdi dibuat terkesiap ketika sesuatu berbentuk bulat yang warna kuning kemerahan tersebut melesat dengan cepat dan menghantam kaca tepat didepan Ferdi berdiri Ferdi yang tidak sempat menghindar hanya bisa menutup wajahnya dengan kedua tangannya aku setelah dirasa aman Ferdi mencoba untuk mencari cahaya merah itu dengan menatap keluar jendela Bahkan dia sempat turun ke bawah ke depan hotel untuk mencarinya Tetapi dia tidak bisa menemukan cahaya itu setelah itu Ferdi memutuskan untuk kembali ke kamar dan mencoba untuk tidur tetapi rasa takut

Baca Juga  PODCAST STORY HORROR JIN WANITA RUMAH KOSONG

 

mengalahkan rasa kantuknya ini dia tidak sanggup untuk melihat sesuatu yang tidak masuk akal Ferdi berlari keluar kamar lalu menuju ke lorong hotel dan duduk di sofa dekat lift Hotel tepat pukul tiga dinihari dengan nafas yang terengah-engah tiba-tiba lift Hotel berbunyi tanda ada yang mau turun dari lift setelah pintu terbuka ternyata tidak ada satupun orang yang turun dan lift kembali tertutup seketika itu Ferdi mendengar seperti ada suara gendingan atau ada suara orang yang hajatan tiba-tiba saja Ferdi melihat banyak sekali sosok kuntilanak yang keluar dari kamar dengan cara menembus pintu beberapa sosok pocong keluar dari kamar gudang hotel dengan wajah hancur dan beberapa daging yang seperti akan terjatuh ada juga yang lidahnya menjulur keluar saking banyaknya Ferdi tidak sempat menghitung makhluk-makhluk itu tidak kedua mata Ferdi terbelalak ketika sosok-sosok mengerikan itu melayang ke arahnya like Ferdi yang ketakutan mencoba berlari menghindari makhluk-makhluk itu dia

 

menaiki lift ke lantai 5 Lalu naik tangga hingga dia tidak sadar bahwa dia sudah berada di lantai enam atau lebih tepatnya di atap hotel dan Ferdi terus berdiri di tepian tembok atap Hotel lalu kembali berlari ke tepian atap Hotel lainnya di Oh iya duduk sesaat untuk menetralkan detak jantungnya setelahnya kembali berlari ini dia melakukan semua itu di antara sadar dan tidak sadar karena yang dia pikirkan adalah hanya Bagaimana caranya dia menghindari dari kejaran para makhluk yang mengganggunya itu ini setelah 20 menit verditer duduk di tepian atap Hotel dia kembali berlari menuju lift hingga ia menemukan tangga darurat yang kebetulan berada disampingnya dan Kebetulan juga disamping tangga darurat itu terdapat sebuah pintu yang Setelah dia membukanya dia terus masuk dan mencoba bersembunyi bahkan Ferdi sempat naik dan masuk ke dalam plafon Hotel hingga adzan subuh terdengar petugas hotel yang curiga pintu kamar Feby terbuka segera mengecek CCTV hotel dan barulah dia tahu kalau posisi Ferdi berada di gudang untuk akhirnya tepat pukul setengah enam Ferdi ditemukan di gudang tempat penyimpanan barang tak terpakai di hotel itu Ferdi dibawa ke lobi Hotel karena dia yang meminta Jujur saja dia masih takut dengan kamar itu dari lobi Hotel Ferdi dapat melihat jelas di lantai dua yang langsung ke pintu kamarnya lampu di sana sedikit redup di sana Ferdi melihat sosok itu berdiri menatap Ferdi hanya bergeming ketika melihat seseorang dengan sampainya melewati makhluk-makhluk itu tidak yang dapat saya disimpulkan bahwa ternyata orang itu tidak bisa melihat mereka hingga orang itu turun dan bermaksud ingin check-out ke

 

resepsionis sambil menatap Ferdi heran orang itu berlalu-lalang kemudian Ferdi menghampiri resepsionis dan menceritakan tentang apa saja yang dia alami diapun berkata bapak lihat sosok wanita ya sebelum dia lanjut berbicara nampak kedua matanya menelisik ke setiap penjuru hotel sang resepsionis bercerita dengan nada pelan dulu di hotel ini dikelola oleh Pak Alex anaknya Pak Doni dia itu merupakan anak semata wayang rupanya di kamar 107 yang sekarang feat ditempati itu pernah ada yang bunuh diri di sana dan rupanya itu adalah istri dari Pak Alex sendiri Awalnya mereka tinggal di kamar nomor ketiga 02 tetapi karena kecelakaan pesawat dan Pak Alex dinyatakan meninggal karena pesawatnya tidak bisa ditemukan karena dia istrinya itu tidak mau teringat akan suaminya akhirnya istri Pak Alex ini meminta pindah ke kamar nomor 107 namun sebulan kemudian istri Pak Alex ditemukan meninggal gantung diri di kamar itu tetapi kejadian teror tersebut semakin menjadi Ferdi yang melihat sosok mereka ketakutan dan memutuskan untuk bersembunyi di bawah meja resepsionis ini Dia melihat semua makhluk itu berada di lantai bawah Ferdi berlari menuju restoran hotel bermaksud untuk bersembunyi tetapi dia malah melihat sosok-sosok itu keluar dari Rorong dapur Ferdi mencoba memberanikan diri untuk mendekati makhluk itu lorong restoran

 

tetapi seketika itu juga makhluk-makhluk itu menghilang tepat pukul 10.00 Ferdi mencoba untuk menghubungi Lidya halo halo Lite gue bisa minta tolong nggak jemput gue sekarang di hotel nggak usah banyak nanya please cepet tolongin gue gue diteror sama makhluk itu Bahkan mereka Hampir aja bunuh gue eh oke oke oke Sebentar gue kesana ya Sekarang jawab Lidya tepat 11.16 nya melihat itu Ferdi langsung naik bermaksud untuk menghindari makhluk-makhluk di hotel itu tanpa mandi dan baju masih kotor karena semalam diteror dan berlari kesana kemari ke atap Hotel ke gudang bahkan sampai ke plafon plafon hotel yang sempit Lidya membawa Ferdi ke daerah kapus karena menurutnya Ferdi harus menyeberangi Sungai Kapuas melalui jembatan besar agar makhluk-makhluk itu berhenti mengikuti Ferdi setelah melewati jembatan itu barulah Ferdi dapat bernafas lega diceritakannya apa yang dia alami kepada Lidya namun seketika itu Ferdi melihat sosok lain seperti anak kecil memakai pampers putih dengan wajah hancur duduk di kursi belakang mobil dan kuntilanak menggendong anaknya yang menangis Ferdi terkejut ketika melihat makhluk itu yang mematahkan leher anaknya yang menangis itu dan seketika anaknya diam dan bersenandung kembali setelah minum air kelapa muda Ferdi meminta Lidya Untuk menghentikan Mobilnya di sisi jalan karena dia merasa sesak Lidya yang bingung hanya berteriak memanggil Ferdi dari dalam mobilnya tetapi tidak dihiraukan oleh Ferdi Ferdi terus berlari hingga

 

menemukan sebuah gereja dia mencoba masuk dan minta pertolongan kepada petugas keamanan gereja itu Halo Pak saya boleh dipinjam handphonenya Pak untuk telepon ke kantor ini mengingat handphonenya yang saat itu dijadikan benda lemparan ke arah makhluk-makhluk yang berada di hotel Ferdi sekarang tidak punya handphone setelah mendapatkan izin Ferdi langsung mencoba menghubungi kantor pusat yang ada di Jakarta tapi tidak ada respon akhirnya Ferdi memutuskan untuk pamit dari gereja dan berlari keluar menuju kearah Jalan Raya disana dia mencoba mencari pertolongan pada setiap orang yang dia lewati untuk mengantarkannya ke bandara tetapi respon mereka nampak ketakutan saat melihatnya hingga seorang bapak tukang becak meneriaki Ferdi dedek sini Dek sambil tangannya Melambaikan memanggil Ferdi kamu itu banyak diikuti makhluk halus kamu harus segera pulang ke Jakarta dari pertolongan makhluk-makhluk itu kelihatannya jahat mereka mau kamu mati disini dan rok kamu menjadi tetap disini sambung Bapak tersebut ia mendengar itu Ferdi mendekat Ferdi tidak sanggup untuk menahan tangisnya karena

Baca Juga  PODCAST STORY HORROR TRAGEDI SUNGAI SERAYU

 

ketakutan dengan isak tangis Ferdi berkata Ha tolong saya Pak ini saya akan kembali ke Jakarta Pak bapak itu memanggil ojek online yang kebetulan melintas Ferdi sempat bingung saat bapak itu memanggil tukang ojek dengan sebutan Pak Haji ini Tolong antarkan anak ini ke bandara ya sang tukang ojek hanya tersenyum Selama perjalanan ke bandara dapat ver dirasakan bahwa sosok-sosok makhluk itu masih mengikutinya ia Bahkan dia merasa seperti ditiup angin besar sampai motor yang dia tumpangi oleng sang ojek online terus melantunkan ayat-ayat suci dibantu baca doa sebisanya ya mas jangan putus Ferdi tidak menjawab ia langsung menuruti ucapan sang ojek singkat cerita mereka telah tiba di bandara siang itu tiba-tiba ada seseorang berseragam loreng berbicara dengan nada tinggi Heh pergi kamu jangan ikuti orang ini baru jahat seketika itu juga Ferdi mendengar suara lirih di belakang berkata manusia ini akan menemaniku disini jangan kau coba untuk menghalangiku Ferdi

 

mendengar suaranya seperti kakek tua yang berkata Biarkan anak ini pulang-pergi kalian Ferdi merasa di belakangnya seperti ada orang yang berkelahi tetapi ketika dia menengok ternyata tidak ada siapa-siapa tidak lama kemudian seorang tentara Angkatan Darat petugas bandara sebut saja namanya Bapak BNI memberikan Ferdi segelas air minum Bapak TNI itu menyuruh Ferdi untuk meminum dan mencuci mukanya dengan air yang sudah dibacakan ayat-ayat suci kamu baik-baik aja kan Mas tanya Bapak TNI itu dengan nada khawatir Ferdi mengangguk pelan waduh banyak sekali makhluk yang mengikuti kamu bahkan ada satu makhluk kuat yaitu banaspati yang mencoba membuat badanmu merasakan terbakar namun untungnya Ada sosok kakek bersorban putih yang terus berkelahi menelannya biasanya Mas orang yang kena banaspati itu tidak akan selamat ucapnya menjelaskan the slave di meminum air yang diberikan dia merasa

 

sedikit tenang setelahnya Bapak TNI itu membantu Ferdi membelikan tiket pesawat untuk dia pulang ke Jakarta Bahkan dia mengantarkan Ferdy sampai masuk ke duduk di pesawat bapak TNI itu juga berkata untuk berpikir dan memberikan nomor teleponnya dan berkata Setibanya Ferdi di Jakarta Ferdi langsung menghubungi nomor itu Katakan pemilik nomor itu bisa membantu untuk membersihkan para makhluk halus yang mengikutinya Ferdi pun mengucapkan terima kasih dapat Ferdi rasakan semua penumpang pesawat menatap kearahnya hingga sampai di Bandara Sutono Hatta Ferdi langsung ke tempat pemesanan taksi setelah mendapatkan taksi Ferdi meminjam handphone driver taksi untuk menghubungi nomor yang Bapak TNI berikan sewaktu menolongnya di bandara Pontianak disitu Feby dibuat heran lagi ketika telepon itu terhubung dan lawan bicaranya langsung menjawab Mas Ferdia yang ditolong oleh Pak Abdul TNI Angkatan Udara di Pontianak itu jadi menjawab iya pak betul langsung saja ke jalan yang saya kirim ya Mas alamatnya Jakarta Barat halo ah Baik Pak Maaf saya mau manggil Bapak nanti siapa ya Oh saya Pak Bambang tanya aja kalau sudah dekat sejak situ banyak yang kenal saya kok Ferdi mengakhiri telepon itu dan taksi yang ditumpangi menuju ke Jalan Jakarta Barat sesuai arahan Pak Bambang tadi Setibanya dia di rumah Pak Bambang terlihat Pak

 

Bambang langsung gelengkan kepala Seraya berkata banyak sekali makhluk yang ikut dengan kamu Mas Untung saja pengawal kamu kuat setelahnya Pak Bambang menyuruh Ferdi untuk masuk melihat raut ketakutan Ferdi Pak Bambang berkata bahwa makhluk yang menghitung Ferdi tidak akan bisa masuk ke rumahnya ketika Ferdi masuk ke rumah Pak Bambang Dia merasakan ketenangan sampai dia tertidur karena tidak tidur sama sekali selama teror itu berlangsung sebangkunya Ferdi Dia merasakan badannya capek semua capek ya Mas habis berpetualang dengan jin-jin itu celedug Pak Bambang sambil jarinya menunjuk kearah depan pintu selanjutnya Pak Bambang langsung menyuruh Ferdi untuk minum air putih Sebelumnya Pak Bambang mulai meruqyah Ferdi dia sempatkan sendiri untuk membuka mata batin Ferdi supaya dia bisa melihat para makhluk itu diluar rumah beliau Mas apa makhluk itu mengejar Mas itu dari Kalimantan tanya Pak Bambang sambil menunjuk kearah luar rumahnya seketika itu Ferdi melihat banyak sosok dari kuntilanak merah terus ada pocong pokoknya banyak deh lalu Ferdi melihat ada sosok tinggi berbulu hitam pekat dengan bola api melayang di atas kepala makhluk itu Ferdi berucap kristupa api itu Pak yang pertama kali aku lihat dan dia mencoba menyerangku Halo Pak Bambang menjawab itu namanya panas patimas biasanya orang yang kena itu jarang sekali selamat tapi untungnya masih ini bukan keturunan orang biasa penjaga Mas itu kuat ahli agama Perbanyaklah kirim Doa Untuknya Ferdi tidak menjawab cukup dia sudah tahu sosok itu

 

dari almarhum neneknya Katanya sih leluhur kakeknya itu berasal dari kerajaan Cirebon dan sekaligus beliau itu salah satu tokoh penyiar agama di kota itu selama proses Ruqyah Ferdi tak sadarkan diri dia hanya merasa Jika dia saat itu berada di lorong panjang dan gelap ini dia terus berjalan menuju setitik cahaya putih didepannya dan seketika itu dia berada di ruangan yang putih berkilau dan bertemu dengan sosok kakek bersorban putih lengkap dengan penutup kepala Ya seperti Walisongo setelahnya dia langsung sadar dan berada di rumah Pak Bambang yang sedang mengucapkan hamdulillah ya alhamdulillah Mas sudah bertemu dengan leluhurnya Mas salam ya Mas dari saya ucap Pak Bambang ambil hal positif dari Kejadian ini Ferdi yang bertamu lupa mengucapkan salam kepada makhluk tak kasat mata yang berada di hotel itu mungkin karena dia sangat excited dengan tugas kerja atau lelah atau berjuta pikiran yang dia pikirkan sejak awal keberangkatan sehingga dia lupa untuk mengucapkan salam sekian sepenggal cerita dari pengalaman Ferdi terima kasih dan salam literasi baik Itulah akhir cerita dari Mas Ferdi yang ditulis oleh ramma Atmaja jadi gimana ya kelanjutannya Apakah Mas Ferdi ini dipecat dari kantornya Oh enggaklah Oh ya mungkin aja bisa alasan itu ya ya alasan diganggu itu jadi pihak kantor itu kantor pusat yang ada di Jakarta bisa memaklumi oke Mungkin itu saja cerita dari saya pada malam hari ini kurang lebihnya saya mohon maaf wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Leave a Reply

Your email address will not be published.