PODCAST STORY HORROR PENGHUNI ATAP RUMAH TUA

Halo assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Halo semuanya Jumpa lagi dengan saya chousing sing kurator dari podcast oronite Story Halo apa kabar semuanya semoga kalian semua sehat-sehat ya dan seperti biasanya pada malam hari ini saya kembali dan akan membawakan sebuah kisah mistis untuk kalian semua kisah mistis kali ini saya datangkan dari thread Twitternya Mas biosepta mengenai penunggu atap rumah tua Seperti apa kisahnya Mari kita simak ia tinggal di rumah masa kecil seharusnya jadi hal yang menyenangkan tapi tidak kali ini suara di atas plafon yang sering kudengar saat kecil ternyata menyimpan kenyataan yang mengerikan sebuah cerita dari teman lama saat dulu dimutasi ke cabang di kampung halamannya dan menempati kembali rumah masa kecilnya yang ternyata menyimpan banyak misteri di dalamnya sudah hampir tengah malam namun suara berisik dari atas plafon membuatku sulit untuk memejamkan mata Bu itu suara apa sih Putra nggak bisa tidur nih keluhku pada ibu yang sepertinya masih sibuk mengutak-atik lampu teplok diruang Tengah ah Mungkin suara tikus atau kucing Putro tidur aja sini Bu temenin ucap Ibu sambil mengantarku kembali kekamar seperti biasanya tembangjawa dinyanyikan oleh ibu untuk menenangkanku dan membuatku tertidur dengan lelap setelah memastikan Aku tertidur Ibu meninggalkanku dan segera meninggalkan ku di kamar samar-samar aku masih mendengarkan Ibu melanjutkan mengutak-atik lampu teplok di ruangan tengah sambil menyanyikan lagu yang sama tapi aku merasa ibu menyanyikan Senandung itu untuk menenangkan seseorang atau mungkin sedang menenangkan sesuatu Wah Selamat ya Mas Putro kabar baik nih dapat promosi jabatan mutasinya ke kampung halaman ucap temanku Nindy yang baru saja mendengar kabar soal promosi jabatan ku Hari ini aku menerima kabar yang tidak kusangka hasil kerja kerasku bertahun-tahun akhirnya membuahkan hasil aku mendapatkan promosi sebagai manajer

 

cabang dan untungnya lokasi cabang yang ku pegang ternyata di kampung halamanku yang ada di Jawa Tengah Wah makasih ya Nindy nanti makan siang gue traktir deh Sekalian sama anak-anak satu divisi ajakku yang memang sedikit ingin melakukan syukuran atas berita bahagia ini aku segera menelepon Indri istriku untuk memberitahu kabar ini dan seperti dugaanku Indri juga merasa senang pasalnya kota kelahiran ini juga tidak jauh dari kampung halaman ku acara makan siang kali ini benar-benar tidak biasa berbagai kesan-kesan diluapkan oleh teman-teman satu divisi ku yang sebenarnya sudah nyaman bekerja Bersamaku dan begitu juga sebaliknya benar-benar tidak disangka minggu depan aku sudah tidak bekerja bersama Mereka lagi Halo Mas Putro sering-sering kirim kabar kesini ya kalau kita mau trip ke sana wajib dijamu loh ucap Nindy yang terlihat paling sedih karena memang dialah yang paling lama bekerja denganku santai aja nih kalau rapat di pusat nanti pasti ketemu kok kalau mau mampir bisa nginep di rumahku rumah ibuku di kampung cukup besar jadi masih ada kamar yang bisa ditempatin jelas ku kan Beneran ya tungguin kapan-kapan ini main ke sana ucapnya selesai makan siang kami segera melanjutkan pekerjaan kami dan aku mulai mencicil membereskan barang-barangku yang ada di kantor dan mempersiapkan kepindahan ku singkat cerita saat ini tepat dihadapanku dan Indri berdiri sebuah rumah tua yang masih kokoh dengan arsitektur jaman Belanda yang terhitung mewah pada masanya beberapa mobil yang mengangkut perabotan sudah

 

datang duluan dan mulai menatap barang-barang yang Kubawa dari Jakarta oh Mas Putra enggih kapan sampai di sini Mas ucap bus arti yang kebetulan lewat dengan membawa belanjaannya dari warung Eh ibu lama sekali ya nggak ketemu Ini saya baru saja sampai Eh ini kenalin istri saya Indri balasku pada Bus arti salah satu tetanggaku yang dulu cukup akrab dengan ibu saat Ibuku masih hidup salam kenal ya Bu saya Indri ucap Indri dengan ramah Wah ayune Bojomu semoga betah ya tinggal di sini kalau butuh apa-apa bilang aja rumah Ibu Di Ujung Jalan Putro juga tahu kok lanjut bus arti Oh iya Bu terima kasih banyak Nanti Indri izin ngerepotin ya bales istriku setelah perbincangan singkat itu kami memutuskan untuk masuk kerumah dan menyusun barang-barang di rumah aku menyusuri ruangan demi ruangan dan segera kenang-kenangan saat tinggal di rumah ini muncul memenuhi kepalaku hoah enak ya Mas rumahnya adem ucap Indri sukurlah kalau Inggris suka dengan rumah ini seandainya ia tidak suka tinggal di rumah ini pun aku sudah siap untuk mencari kontrakan untuk kami tinggal ia Indri rumah ini plafonnya cukup tinggi jadi sirkulasi udaranya bagus siang bolong begini enggak Panaskan tepat sebelum maghrib kami sudah selesai mengatur barang-barang kami di rumah beruntung

 

aliran air dan listrik masih lancar namun lampu yang terpasang masih lampu bohlam warnanya kuning dan menimbulkan suasana di rumah ini menjadi cukup remang-remang di malam hari aku menikmati kopi hitam buatan Inggris sambil menikmati suasana rumah yang sudah lama tidak put4i sementara Indri terdengar sibuk didapur menyusun peralatan dapurnya saat sedang sendiri seperti ini Entah mengapa cahaya lampu yang remang-remang ini membuat perasaanku tidak nyaman namun suara berisik yang di dapur cukup mampu menemaniku untuk mengusir rasa gelisah yang muncul Nduk tube Nduk perlahan terdengar suara dari atas langit-langit rumah seperti hewan yang Melangkah dengan cukup keras aku sudah biasa Mendengar hal ini memang Kata ibuku dulu plafon rumah Kami sering dilalui hewan eh mas di atas itu ada suara apa tiba-tiba Indri keluar dari kamar menanyakan mengenai asal suara itu oh itu paling suara tikus atau kucing jawabku dengan santai tapi tunggu dulu Indri baru saja keluar dari kamar bukan dari dapur kalau begitu Siapa yang ada di dapur yang suaranya terdengar sejak tadi aku segera berdiri dari kursi kayu tempatku menikmati kopi dan segera mengecek kearah dapur Cut

Baca Juga  PODCAST STORY HORROR EKSPEDISI PENCARIAN SAUDARA LIKA KEMBANG LARUK BAGIAN 3

 

kenapa mas tanyain lu yang heran dengan kelakuan ku aku tidak menjawab dan terus melangkah ke dapur tidak ada satupun peralatan yang berpindah disana Dan semua masih tersusun rapi entah Dari mana asal suara tadi aku beli hat schooling dapur hingga Terhenti Di jendela yang mengarah ke kebun di belakang rumah samar-samar aku seperti melihat ada yang bergerak dari arah luar dan segera kuhampiri jendela itu tapi aku tak melihat apa-apa saat mendekat namun saat wajahku hampir menempel ke jendela itu terjadu sebuah kepala anak kecil berwajah pucat dengan posisi terbalik dengan tangannya yang menggebrak kaca jendela dapur halo hihihi makhluk itu tertawa melihatku yang terjatuh tak mampu melawan rasa kaget ku suka seketika seluruh tubuhku merinding dan panas dingin mulai menjalar keseluruh tubuh Mas Ada apa mas tanyain lu yang heran dengan tingkah lakuku itu tadi ada anak kecil di luar ucapku pada Indri dan segera mengecek kearah jendela mana nggak ada apa-apa Mas anak tetangga mungkin tanyain try tidak ada segera saja aku mengecek ke arah tempat Indri melihat namun memang tidak ada apa-apa di sana Oh iya mungkin masalah lihat ya ucapku yang berusaha tidak menjadikan ini hal aneh kepada Indri istirahat aja Mas Mas

 

masih capek mungkin kamarnya udah rapi kok balas Indri Hari Demi Hari Berlalu seperti biasa Indri terlihat mulai akrab dengan ibu-ibu tetangga dan sepertinya Ia juga betah tinggal di tempat ini beruntung tidak ada kejadian aneh lain yang terjadi semenjak kemunculan anak kecil di jendela itu Hari ini aku pulang cukup terlambat kira-kira setelah maghrib Aku baru sampai di rumah Indri Mas pulang ucapku sambil membuka pintu terdengar suara langkah kaki mendekat ke arahku tapi tunggu itu bukan suara langkah kaki istriku Indri suara langkah kaki itu terdengar di plafon rumah namun anehnya tidak ada guncangan sama sekali di atas plafon Halo Mas Kenapa Mas iiiih tanya Indri yang segera menghampiriku dari dapur Oh nggak papa nggak papa kok ini Mas Bawain martabak manis Kamu doyan kan ucapku sambil menyerahkan martabak manis yang sepertinya cukup bisa membuatnya tersenyum seperti biasa setelah pulang kerja kami menyelesaikan makan malam dan nonton TV kami sengaja menikmati masa-masa ini sebelum saatnya nanti Tuhan mempercayakan momongan kepada kami sayup-sayup terdengar rintihan hujan menyentuh atap rumah waktu Mas hujan kira-kira atau ada yang wajar enggak ya tanyain riang hawatir karena baru kali ini ada hujan semenjak kami tinggal di sini Oh ya udah siap-siap aja namanya juga rumah tua jawabku Belum sempat ke dapur untuk mengambil ember tiba-tiba listrik lampu

 

rumah mati aku segera menoleh keluar namun rupanya bukan rumah kami saja yang mati lampu aku bermaksud membeli lilin ke warung karena cahaya senter pasti tak bertahan lama Namun rupanya hujan bertambah deras dan membuat kami untuk memutuskan bertahan di rumah dengan si Salim yang ada Nduk cube cube [Musik] suara itu terdengar dari atas plafon lagi tidak seperti biasa kali ini suara itu terdengar seperti langkah kaki yang berjalan pelan emas itu beneran suara binatang tanyain dulu yang mulai ragu iyandri suara itu memang sering terdengar sejak masih kecil jawabku Injit berusaha menerima jawabanku walau wajahnya terlihat tidak yakin Halo Mas aku ke kamar mandi sebentar ya Pinjem Lilinnya ucap Indri yang segera mengambil lilin tanpa persetujuanku seketika ruang tengah tempat kami menunggu terasa begitu gelap ditemani dengan suara derasnya rintikan hujan hal ini mulai membuatku merasa sedikit merinding entah darimana sepertinya ada hembusan angin yang meniup tengkukku dan membuatku merasakan udara semakin dingin dan tak lama setelahnya dari atas plafon rumah terdengar suara sesuatu yang berlari tanpa henti semakin lama suara itu semakin keras semakin ramai dan seketika berhenti ketika suara itu berada diatas Amar mandi aku merasa khawatir sudah cukup lama juga Indri berada di kamar mandi segera aku menyusulnya dan membuka pintu kamar mandi tak seperti dugaanku ruang kamar mandi ternyata

 

gelap Aku berusaha mencari keberadaan Indri dan di dalam gelap samar-samar terlihat Indri terduduk lemas dengan memegang lilin yang sudah mati dan yang membuatku khawatir mata Indri terlihat memandang ke atas tanpa henti Indri Kamu kenapa Ada apa ini Tanyaku yang cukup panik Indri tidak menjawab ia masih terlihat terpaku dengan matanya yang terus memandang ke satu titik diatas ia merasa ada yang janggal aku mengambil korek api dan mencoba menyalakan lilin yang ada di tangan Indri jangan Mas jangan nyalahin Lilinnya ucap Indri dengan suara yang bergetar kenapa Andri sini biar Mas periksa balasku yang dengan segera merebut lilin dari tangan inti dan menyalahkannya rupanya Aku melakukan hal yang salah saat lilin menyala terlihat tepat di lubang yang menghubungkan ke plafon rumah di kamar mandi di sana tergantung kepala seorang perempuan dengan rambut panjangnya yang menjuntai kebawah makhluk itu mengayun-ayunkan kepalanya ke kanan dan ke kiri dengan lobang di tempat yang seharusnya ada bola mata di stand ucapku yang merasa panik dengan kemunculan kepala itu namun aku mengingat Indri yang masih terduduk lemas dan segera mengangkatnya keluar dari kamar mandi seketika lipstick di rumah kembali menyala aku segera menyalakan semua lampu yang berada di rumah untuk

 

menghilangkan rasa panik kami namun tetap saja suara derasnya hujan masih membuatku merasa gelisah sekali lagi Aku menoleh ke kamar mandi yang lampunya telah menyala dan menengok ke atas namun makhluk itu sudah tidak ada disana Ya udah nggak ada Andri tenang aja ucapku sambil memberikan segelas air putih untuk menenangkannya wuih tadi apa Mas tanyanya dengan suara masih bergetar Mas juga nggak tahu coba nanti mas cek ke atas deh jawabku sebenarnya aku juga cukup takut namun jika tidak kupastikan aku takutin teriakan menjadi trauma hati-hati ya Mas setelah mempersiapkan tangga aku naik ke atas plafon dengan membawa senter dengan sisa baterai seadanya tembok-tembok dinding kamar rupanya dibangun sampai ke atas sehingga plafon rumah ini terlihat seperti terpisah beberapa ruangan Nduk Nduk cube suara itu terdengar lagi lebih dekat denganku rupanya memang benar suara itu berasal dari tempat ini Namun aku tidak berhasil menemukan sumber suara itu sakit terdengar suara mendekat kearahku seketika aku merasa merinding aku memutuskan kembali untuk turun namun lampu senter ku tiba-tiba mati tolong sakit dengan panik aku merangkak menuju lubang tempat tunai ke atas namun Entah mengapa aku tidak pernah sampai

Baca Juga  PODCAST STORY HORROR ANGKOT SETAN JATINANGOR

 

kembali ke sana aku merasa lelah berhenti dan menoleh kebelakang dan kali ini aku tidak bisa menahan rasa takutku saat melihat seorang anak perempuan berambut panjang bertelur kubeli lantai dengan mengangkat wajahnya yang tidak memiliki mata dan digantikan dengan darah yang bercucuran dari kedua lubang matanya I do ini terdengar suara tangan makhluk itu memukul lantai plafon dan menyeret tubuhnya yang ternyata sudah tidak memiliki kaki Nduk lengan satunya menyusulnya hingga tubuhnya maju mendekat kearahku ndak set Andri ini saya tahan Tri aku yang kuharap didengar oleh Indri aku berusaha berdiri dan berlari menjauh dari wujud mengerikan makhluk itu hingga sampai ke salah satu sudut dinding di dekat kamar yang dibangun hingga ke atas plafon tanpa sengaja kakiku tersandung sebuah benda yang sepertinya aku kenal lampu teplok lampu ini persis mirip dengan milik Ibuku dulu dengan korek api yang masih ada di kantongku aku menyalakan lampu itu Berharap ada cukup cahaya yang bisa menuntunku kembali ke bawah dan beruntung masih ada sedikit minyak di Lampu ini sehingga perlahan cahaya kuning

 

remang menerangi ruangan ini sayangnya ternyata ini juga bukan hal yang baik dari balik kegelapan samar-samar terlihat seorang nenek dengan wajah hitam dan sudah sangat berkeriput berdiri menatapku dengan tajam dari ujung ruangan aku tidak bisa lagi menahan rasa takutku wajah nenek itu terlihat sangat marah dengan mata yang terus menatap tajam kearahku tolong bisa Kitkat sekali lagi suara hantu wanita yang merayap itu ia terus berusaha menuju lubang tempatku naik dengan lampu teplok yang kubawa Aku berjalan dengan hati-hati untuk meninggalkan atas plafon yang mengerikan ini dan turun ke bawah wuih kita harus cari bantuan ucapku yang segera mencari Indri dan bermaksud untuk membawanya pergi ke namun Indri tidak membalas ucapanku sama sekali sebaliknya Ia hanya berdiri di tengah ruangan dengan mata yang tajam menatap kearahku dan ditangannya sudah tergenggam sebuah pisau Indri menyeringai dengan senyumnya yang mengerikan suara petir menggelegar tidak menggoyahkan Indri sama sekali Oh iya mengangkat pisaunya dan mulai

 

mengarahkan ke lehernya ini hukumannya kalau mau ikut campur ucap Indri dengan suara yang tidak kukenal perlahan ia menyayat lehernya hingga berdarah-darah dengan Sigap aku menahan tangannya namun tenaganya terlalu besar hingga beberapa kali dia mementalkan ku aku tidak menyerah dan terus berusaha melepaskan pisau itu dari tangannya untungnya setelah cukup lama tiba-tiba Indri tersadar mendadak ia menangis seolah mengerti dengan apa yang terjadi Mas aku takut ucap Indri Ya sudah sekarang kita keluar dulu kita ke rumahnya Bu Nardi De perintahku yang segera mengajak Indri keluar dari rumah yang mulai terasa semakin memberikan ini dua gelas teh hangat disuguhkan kepada kami terlihat bunardi tidak habis pikir mendengar cerita dari kami Beliau juga sudah menelepon sesepuh desa yang memang dianggap cukup mengerti dengan hal-hal ini emang Mas Putro dari kecil tidak tahu apa-apa mengenai cerita Rumah itu tanya Bu Narti aku hanya menggeleng selama ini memang Ibu tidak pernah menceritakan apapun mengenai rumah yang aku tinggali sejak kecil itu sebelum ditinggali keluargamu rumah itu milik seorang nenek yang misterius dia tinggal di sana sendiri padahal semua anaknya hidup kaya raya semua kebutuhannya dipenuhi oleh anak-anaknya yang seminggu sekali datang kesana ada kabar nenek itu

 

menjaga sesuatu yang berada disana setelah nenek itu meninggal rumah itu dijual oleh anak-anaknya dan dibeli oleh keluargamu begitu kata Bu Narti Indri menatap kearahku namun aku meyakinkannya bahwa aku tidak mengetahui sama sekali mengenai cerita ini selang beberapa lama seorang pria tua berjanggut putih namanya Pak Sadi datang ke rumah Bu Narti ini dia adalah sebuah desa yang diceritakan oleh Bu Narti tadi oh saya paksa di ini saya akan coba membantu sebisa saya ya Puja paksa di yang merasa prihatin melihat keadaan Indri Oh iya Pak Sadi Saya mohon bantuannya pintaku Dengan hormat ke seseorang yang kurasa cukup bijak itu kami memutuskan untuk meninggalkan Indri bersama Bu Narti untuk menghindari kejadian tadi dan membawa beberapa pemuda desa untuk berjaga-jaga Apabila terjadi sesuatu padaku dan paksa di di saat semua persiapan sudah siap kami berangkat menuju rumah saat sampai di rumah semua terasa sangat wajar paksa di berkeliling rumah dan tidak menemukan kejanggalan apapun hingga terdengar kembali suara dari langit-langit rumah aku tidak lagi membayangkan ini sebagai suara binatang yang terlintas dikepalaku ini adalah suara hantu wanita tanpa kaki yang menyeret tubuhnya menjauh dari hantu nenek tua itu ada suara paksa di ucapku dengan segera paksa di membacakan doa-doa dan ayat suci namun tidak ada Apapun Yang Terjadi sesekali suara dari atas plafon semakin terdengar hingga kami memutuskan untuk naik ke atas

Baca Juga  PODCAST STORY HORROR SENANDUNG SERAM DI RUMAH NENEK

 

berbekal senter dengan baterai yang sudah penuh kami berdua menyusuri plafon mencari sosok yang sebelumnya kulihat namun tidak kami temukan apapun disana benar di sini pak Putro tanya Pak Sardi Oh iya pak Disini ucapku yang heran karena tidak menemukan makhluk-makhluk itu tidak aku mencari sekeliling namun tiba-tiba aku teringat lampu teplok yang kemarin punya lakukan Halo Pak kemarin saya melihat mereka saat menyalakan lampu ini ceritaku pada paksa di Oh ya sudah sekarang Nyalakan balasnya sambil mematikan senter yang ia pegang seketika ruangan plafon ini semakin gelap namun tak lama kemudian cahaya remang-remang dari Lampu teplok ini mulai memenuhi ruangan dan benar saja terlihat sesosok makhluk di ujung ruangan nenek tua berkulit hitam dengan keriput yang sepertinya menatap kami dari ujung ruangan itu ia tak hanya itu tangannya menggenggam rambut hantu perempuan yang tidak memiliki kaki dan mencegahnya untuk kabur ini terlalu memberikannya Putro ucap paksa di ini maksudnya pak pak Sadi nggak bisa nolongin kami Tanyaku memastikan bukan bukan itu cerita mengenai kedua makhluk inilah yang mengerikan jelas paksa di tanpa menunggu lama paksa di berjalan mendekati makhluk itu lungo pergi Kalian triac nenek itu bukannya mundur paksa di Malah semakin mendekat Mbah Basir 6 sudah Mbah ikhlaskan Mbah tidak harus mengikuti kemauan anak-anak

 

Mbah Ucap pak Sadi yang tidak kumengerti sama sekali anak-anakku tidak boleh menderita Kata nenek tua itu rupanya sewaktu hidup anak-anak Mas Irna melakukan pesugihan untuk memperkaya diri mereka dengan menumbalkan seorang wanita dan agar pesugihan itu terus berjalan harus ada seseorang yang menjaga roh anak wanita itu agar tidak bisa keluar dari rumah lokasi penumbalan Mbak sirnem yang sangat sayang dengan anak-anaknya merelakan dirinya untuk menjaga roh anak wanita itu untuk itu sebelum mati Mesir 6 dan anak-anaknya memotong kaki anak itu agar rohnya sulit untuk berjalan keluar dari rumah ini Pak Sadi jadi suara yang Saya dengar setiap malam itu suara anak ini yang berusaha kabur dari hantu nenek itu Tanyaku kepada paksa di Halo Pak Sadi hanya aku segera berpikir mungkin Ibu tahu mengenai hal ini tapi ia tidak mampu menyelesaikan masalah ini sehingga ia hanya mampu menenangkan hantu wanita ini dengan menyanyikan lagu pengantar tidur untuknya dengan segera paksa di membacakan doa-doa dan Hal itu membuat Bachsin 6 terlihat meronta paksa di seperti berusaha melepaskan kutukan yang mengikat Bachir ambil dan kumpulkan kerangka dibawah kaki makhluk ini dan lemparkan ke warga desa di bawah ucap paksa di cepat Aku menoleh ke arah wanita itu dan benar saja ada setumpuk benda seperti tulang-belulang dibawa rohnya aku mencoba menahan rasa takutku dan mengikuti perintah paksa di dengan doa yang dibacakan oleh Pak Sadi nenek tua itu tidak mampu berbuat apa-apa padaku aku sekarang minta

 

warga untuk menguburkan kerangka anak itu dengan layak Sementara saya akan membacakan doa-doa untuk lomba sirnem yang telah diperdaya oleh anak-anaknya ini perintah Pak Sadi dengan cepat kami mengumpulkan kain tulang-tulang itu dan kuturunkan ke bawah aku mencari kain kafan dan menguburkannya di pemakaman Desa paksa di yang sudah selesai dengan Urusannya di loteng segera turun ke bawah dan membantu kami mendoakan jasad yang seharusnya dikuburkan dengan layak Sedari Dulu Ya Allah mohon maaf Pak Sadi kira-kira apa sudah aman sekarang kau tanya aku Halo Pak Sadi setelah hantu anak itu tenang harusnya Rohmat sirnem sudah tidak lagi terlihat ya semoga doa-doa dari saya bisa menenangkannya jelas paksa di yang mengajakku untuk menginap dirumahnya hingga aku dan Indri benar-benar tenang terima kasih banyak ya Pak Sadi Saya merasa sangat terbantu ucapku yang bersiap meninggalkan rumah paksa di saat pagi mulai datang nggak usah sungkan-sungkan a Putro kita akan tetangga ibumu dulu juga baik sama kami sudah wajar kita saling membantu Ucap pak haji Iya Pak saya mohon pamit dulu ya Pak khawatir sama Indri Semoga dia enggak trauma pamitku Iya Monggo tutupnya segera aku bergegas

 

menjemput inti di rumah Bu Narti ia terlihat sedang sibuk membantu Bu Narti di dapur Indri Ayo kita pulang Udah banyak repotin kita disini ucapku pada Indri Ya Allah ngerepotin apa Thomas Putro malah Indri ini lo yang bantuin masak buat daganganku jawab Bu Narti aku cukup senang melihat Indri tidak trauma dengan kejadian semalam setelah sedikit beberes aku dan Indri izin pamit dari rumah Bu Narti dan kembali ke rumahku Tenang saja Indri rumah ini sudah aman kok kemarin Pak Sadi sudah ngebantuin buat mendoakan semuanya ucapku Oh iya Mas Indri percaya kok kemarin warga juga cerita dan Kayaknya sudah nggak ada lagi suara di atas plafon kan ucapnya Nah benar juga biasanya hampir setiap jam ada suara dari atas namun kali ini Hening tidak ada suara apapun dari atas langit-langit rumah Semenjak itu kami hidup dengan tenang di peninggalan rumah ibuku ini yang sebenarnya memang sangat nyaman untuk ditinggali bukan hanya karena bangunan rumahnya tapi juga tetangga disekitar kami yang ramah dan selalu siap untuk membantu kami Oke itulah akhir cerita dari Twitternya Mas biosepta mengenai sebuah misteri yang ada di sebuah atap plafon rumah ya di rumah dulu itu besar-besar sampai plafonnya itu mungkin bisa dibuat kayak ruangan gitu ya Oh ya saya bisa membayangkannya sih oke Mungkin itu saja cerita pada malam hari ini semoga kalian semua terhibur Selamat malam dan selamat beristirahat

Leave a Reply

Your email address will not be published.