PODCAST STORY HORROR PENGHUNI TANAH KOSONG

assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Halo semuanya Jumpa lagi dengan saya chousing sing kurator dari podcast oronite Story halo halo apa kabar semuanya semoga kalian semua sehat-sehat ya dan seperti biasanya pada malam hari ini saya kembali dan akan menghadirkan sebuah kisah mistis untuk kalian kisah mistis kali ini ditulis oleh Meidina yang mengirimkan kisah mistisnya tentang tanah Tak Bertuan yang berada di sekitar rumahnya Seperti apa kisahnya Mari kita simak Halo assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Namaku Medina Aku ingin menceritakan sebuah kisah horor yang terjadi di sekitar rumahku pengalaman ini terjadi ketika Mei masih kecil dan sampai sekarang sih tanah itu masih menyimpan berbagai macam misteri di tanah itu memang ada yang memiliki tapi tidak pernah dibangun rumah sama pemiliknya sampai saat ini karena pemiliknya sudah pada Merantau dikota jadi jarang pulang ke kampung halaman dan karena tidak pernah dirawat bahkan jarang ditengok pemiliknya pun entah berada dimana sekarang tanah itu ditumbuhi semak belukar yang rindang bahkan akupun dahulu saat masih kecil Kalau mengaji malam tak berani lewat di depan pekarangan itu sedikit gambaran tentang pekarangan itu pekarangannya cukup luas ditumbuhi pohon pisang pohon randu dan pohon pete dan semak belukar kalau malam kesan

 

horor amat terasa sekali orang pun tak berani memandang lama tentang pelataran itu seperti menyimpan misterinya sendiri sedikit gambaran lokasi tanah itu berada didekat rumahku hanya beda 10 rumah saja akses menuju pekarangan itu memasuki gang sempit walaupun tergolong memasuki Perumahan padat tapi tetap pekarangan itu masih menyimpan misteri sampai saat ini dahulu waktu tahun 2001 masih kecil lebih tepatnya kelas 1 SD pada tahun itu orang-orang yang mempunyai televisi masih sangat jarang sehingga orang yang mempunyai televisi pada masanya banyak orang yang berkunjung ke rumahnya hanya sekedar menonton dan pada kala itu film Mak Lampir jadi film favorit bersama-sama ya serasa menonton di bioskop lah sebut saja Namanya Pak Jaya Pak Jaya pada waktu itu suka menonton TV di rumahku pada zaman itu serial favorit untuk menonton bersama adalah Mak Lampir yang dimulai pukul delapan malam Pak Cahya dari jam tujuh sudah bergegas menuju rumahku untuk menonton televisi favorit bersama orang tuaku 10.00 acara TV pun selesai pak caya segera pamit untuk pulang kerumahnya dengan berjalan kaki the printed hujan gerimis mengiringi langkah kaki Pak Cahya Jalanan Ahmad begitu sepi sekali jarak rumah Pak Cahya dan rumahku hanya sekitar 10 menit ditempuh dengan berjalan kaki Pak Cahya pun pulang melewati

 

pekarangan yang tak bertuan itu udara dingin menembus kulit Pak Cahya diiringi dengan rintihan hujan jalanan pun amat begitu sepi seakan-akan Pak Jaya hanya berjalan di kesendirian malam pada waktu itu dengan perasaan merinding Pak Cahya pun memberanikan diri langkah-demi-langkah Pak Jaya pijaki tiba-tiba lengkap Pak Cahya terhenti tepat didepan pekarangan itu mata Pak Cahya terpaku melihat sosok hitam kecil yang berdiri tepat berada di bawah pohon pisang itu diperjelas nya pandangan itu sambil mengucek kedua bola matanya itu apa ya batin Pak Cahyadi Tengah keheningan malam walaupun merinding dan takut tapi Pak Cahya masih tetap fokus melihat sosok itu tiba-tiba sosok hitam itu berubah menjadi besar hingga tingginya menjulang setinggi pohon kelapa matanya merah giginya menyeringai kearah Pak Cahya Halo Pak Cahya pun hanya terpaku seakan-akan badannya kaku untuk melangkah pun Kaki tak mampu apalagi berlari selang beberapa menit tiba-tiba mulut Pak Cahya berucap brigidig drum teriak Pak Cahya Pak Cahya full lari tunggang-langgang sampai ke rumahnya dan langsung menceritakan kepada istrinya

 

Keesokan paginya Pak Cahaya langsung menceritakan itu kepada bapakku tentang kejadian yang menimpa semalam Halo Pak Pak Ishak Panggil Pak Jaya Oh iya kenapa Pak Cahya semalem waktu aku pulang dari sini aku ditakut-takuti ntsama bergidik ireng yang ada di pekarangan itu Ucap pak Cahya Halo Pak Ishak pun hanya tertawa itu rezekimu diam-diam akupun menguping pembicaraan antara Pak Cahya dan Pak Ishak Bapakku dan bergidik Ireng itu sampai sekarang masih ada dan masih mendiami pekarangan itu seakan-akan jadi penghuni tetap kejadian horor pekarangan Tak Bertuan itu tak berhenti sampai disitu saja pernah juga ada kejadian horor yang pernah dialami oleh salah satu tukang becak yang sering mangkal di perempatan jalan raya kebetulan rumahku tepat di seberang kali ada Jalan Raya Lintas provinsi jadi setiap bus untuk Tarah jakarta-jogja bisa lewat jalan itu sebelum berdirinya tol Jalan Raya itu ramai sekali masih di tahun 2004 nya berapa aku pun lupa tapi yang jelas aku masih menyimpan memori menakutkan itu waktu itu ada salah satu tetanggaku kebetulan anaknya Merantau di Jakarta dan letaknya rumahnya itu persis berhadapan dengan pekarangan Tak Bertuan itu Yusuf adalah salah seorang pemuda yang telah lama merantau di Jakarta [Musik] Yusuf pun pulang ke

Baca Juga  PODCAST STORY HORROR TEROR KUNTILANAK SUMIRAH

 

kampung halamannya tepat bus yang ditumpangi Yusuf berhenti tepat berada di perempatan jalan raya itu dan Yusuf pun turun dari bis di sini Mas aku anterin sampai rumah ujar Pak Min tukang becak Oh iya pak anterin masuk ke gang sempit ya di depan sekolahan itu Oke siap pak balas Park Becak pun di kayu dan memasuki gang sempit rumahku pada saat memasuki gang sempit itu Pak Min dan Yusuf tidak merasakan keanehan stop stop Pak sampai di sini aja deh Ini rumah saya bayar berapa Tanya Yusuf 7000 aja Pak Jawa Park tatapan Pak Win pun tertuju pada pekarangan itu Pak Min seakan-akan ingin bertanya kepada Yusuf akan tetapi Pak Min mengurungkan niatnya sambil terus berpikir dan kebingungan Pak Min Melayu becaknya pulang ke rumah si Yusuf pun langsung masuk rumahnya tanpa ada rasa keanehan sama sekali Keesokan paginya Pak Min pun bertanya kepada rekan seprofesinya Halo Pak Bagus Panggil Park Oh iya ada apa Pak saw Pak Kus semalam aku nganterin orang ke gang sempit itu yang di depan sekolahan rata Park Oh iya terus Jawa Pak Kus aku di sana lihat hal yang menakjubkan nggak disangka Di gang sempit itu ada rumah megah terang-benderang bagus lagi banyak orangnya ramai padahal jam 02.00 malam apa mungkin orang-orang itu lagi ngadain pesta ya rumah di gang sempit mewah perasaan disitu enggak ada rumah Maksudmu apa sih Pak Min Aku nggak tahu ada itu lupa persis didepan rumahnya Yusuf

 

anaknya Bu Mimin yang pakai kacamata kata Pak Min berucap sambil menegaskan pikiran Pak Kus menerawang tajam oh Kamu salah lihat kali Meme di depan rumahnya Bu Mimin itu pekarangan kosong Ndah masa iya sepertinya tidak mungkin Depag orang aku masih mengingatnya masa iya mataku siwer jawab Pak Min mengelak Yowis Min kalau kamu nggak percaya sana lihat sendiri dan buktikan ucapanku itu benar jangan-jangan kamu semalam disiram lagi sama setan situ janda Pak Kus Halo Ah masa sih Pak Min bungkam seribu bahasa Jam menunjukkan pukul tiga sore Pak Win pulang ke rumah tapi karena penasaran Pak Min pun pulang dengan melewati jalan rumahku gang sempit itu hanya sekedar ingin menjawab ke penasarannya saja Becak pun di kayu memasuki gang sempit itu Paimin pun memberhentikan becaknya tepat didepan rumah Yusuf matanya sambil menatap tajam pekarangan itu Astaghfirullah ternyata Betul apa yang disampaikan oleh Pak Kus ini pekarangan kosong terus semalam apa yang kulihat ucap batin Park tiba-tiba full Pak Min pun ditepuk dari belakang yang membuyarkan lamunannya Pak Bapak tukang becak yang semalam ya tanya Yusuf ternyata yang menepuk itu Yusuf penumpang semalam

Baca Juga  PODCAST STORY HORROR JALAN MALAM

 

Bapak kenapa bengong disini Lihatin apa sih ntar kesambet lo janda Yusuf oh gini Mas semalam Bapak nganterin kamu pulang bapak melihat di pekarangan ini ada rumah megah lo emang Mas Yusuf ini enggak ngelihat apa tanya Park Yusuf pun hanya tertawa Pak Pak Berarti semalam Bapak dapat rezeki penghuninya minta kenalan tuh sama bapak jawab Yusuf bukan cuma bapak doang yang sering diganggu udah banyak Pak yang sering diganggu bahkan akupun sering tapi aku sih cuek yang penting mereka enggak nyakitin jawab Yusuf menjelaskan Oh gitu ya Mas ya udah saya pulang dulu Pak Min masih terngiang-ngiang kejadian semalam dan akhirnya mencoba melupakan di tanah itu pun dulunya pernah sempat dijual dengan pemiliknya tapi entah kenapa seakan-akan ada yang menghalangi di tanah itu pun tak kunjung laku sampai saat ini ia bahkan sampai nenek buyut sudah pada meninggal pun dan sekarang sudah jatuh ke ahli warisnya tanah itu tak kunjung laku sampai ahli waris bosan mengurusi tanah itu akhirnya terbengkalai begitu saja sesekali kalau semakbelukar Ya sudah tinggi ahli waris menelepon orang dan menyuruh untuk membabat nya dan kalaupun membabat nya mereka tak luput pakai permisi dan sambil diiringi doa pada tahun 2007 aku sudah sekolah SMP hanya beda blog dari

 

rumahku tetanggaku menggelar pertunjukan wayang kulit banyak warga yang berduyun-duyun untuk menonton bahkan dari tetangga Desa pada ikut menyaksikan pagelaran wayang identik dimulai pada malam hari dan hanya bapak-bapak saja yang mampu begadang sampai pagi ibu-ibu jarang sekali terlihat sebut saja namanya Pak Karyo Pak Karyo sangat hobi menonton pertunjukan wayang tapi entah kenapa Pak Karyo pada saat itu tak sampai selesai menyaksikannya karena merasa tidak enak badan Jam menunjukkan pukul Satu Malam Halo Pak Karyo bergegas pulang dan melewati gang sempit Itu otomatis harus melewati pekarangan angker itu [Musik] pintu rumah semuanya sudah tertutup rapat Hanya menyisakan Pak Karyo seorang yang melewati gang sempit itu dengan perasaan takut dan was-was Pak Karyo pun mulai melangkah maju Tumben ya kok sepi amat Fatin Pak taryo Ya sudahlah Bismillah ini dia memasuki gang sempit sebelum melewati pekarangan itu dari arah kejauhan samar-samar Pak taryo melihat sosok laki-laki sedang berjalan ke arah berlawanan dengan memakai pakaian serba hitam Ya Alhamdulillah akhirnya ada orang juga gumam Pak Karyo dengan perasaan sedikit Tenang Pak Karyo pun melangkah tepat di

 

depan pekarangan itu mereka berpaspasan dan saling menatap karena Pak Karyo orangnya ramma Pak Karyo pun menyapa orang itu Halo Mas mau lihat wayang juga ya tanya Pak Karyo lelaki itu hanya tersenyum menyeringai dan menunjukkan taringnya sangat persis sekali seperti drakula mempunyai taring dan berwajah pucat Halo Pak Karyo pun sontak Istighfar dalam hati Astaghfirullah ternyata the Halo Pak Karyo langsung mempercepat langkah kakinya karena Pak Karyo dikenal orang yang cukup pemberani dari arah belakang sosok itu ketawa cekikikan mirip seperti kuntilanak batin Pak Karyo mengatakan Mungkin ini yang dimaksud kuntilanak lelaki Halo Pak Karyo pull segera bergegas menuju rumahnya bukan hanya Pak Karyo saja yang pernah berkenalan dengan penghuni gaib pekarangan itu ia bahkan Pak Azis pun tetanggaku pernah merasakan juga di tengah malam tiba-tiba istri Pak Azis membangunkan Pak Azis Pak bangun Pak keadaan ada apa sih Bu halo halo Pak aku kebelet anterin ke kali yuk buat bab tahu sendiri WC kita lagi mampet jawab Bu Sri

 

kebetulan di kali depan ada WC umum atau orang biasa dikenal dengan sebutan jamban oke oke jawab Pak Azis Ketus karena pada waktu itu Pak Azis masih mengantuk merekapun keluar rumah dan berjalan menuju kali baju Spoon menunggui dipinggiran kali tak terjadi apapun pada saat berada di sungai itu Bu Sri pun membersihkan disitu juga Karena pada saat itu gusri membawa seember air yang digunakan untuk bebersih di saat mereka pulang menuju ke rumah kebetulan rumah Pak Azis dekat dengan pekarangan Tak Bertuan itu langkah kaki mereka terhenti seketika dari kejauhan sama-sama Pak Azis dan Pusri melihat selendang merah terbang melayang dari atas kepala mereka menuju ke pekarangan YouTube pak itu apa tanya Bu Sri enggak tahu Bu jawab Pak Azis swdang merah itu tiba-tiba mendaratkan tubuhnya di pekarangan itu dan seketika berubah menjadi sosok yang menyeramkan wajahnya berlumur darah dan tertawa cekikikan ini sontak busri dan Pak Azis berlari ke dalam rumah ember pun ditinggalkan begitu saja di jalan sambil menutup pintu Pak Azis berkata Astagfirullah Bu kuntilanak itu Bu Mereka pun tidak berani mengintip ke jendela lagi dan kembali tidur Masih Ada lagi satu kisah mistis yang pernah dialami ibu wasila di rumah buah silat tepat berada disamping pekarangan

Baca Juga  PODCAST STORY HORROR SENANDUNG SERAM DI RUMAH NENEK

 

itu bahkan jendelanya pun beriringan dengan pekarangan itu suatu hari gua Shilla sedang memasak di dapur Jendela di ketuk-ketuk karena penghasilan sudah terbiasa puas ilah hanya mengabaikannya saja balas sepertinya sudah tak asing dengan penghuni gaib pekarangan Tak Bertuan itu hari-hari pun berlalu begitu cepat aku pun menetap di kota lain bersama suami Akupun tak pernah tahu lagi kejadian apa yang pernah dialami di pekarangan itu pernah sewaktu-waktu aku pulang ke kampung halaman dengan membawa suami dan anak-anakku ketika anakku bermain bersama temannya tepat di samping rumah buah sila yang gak terlalu jauh dari pekarangan itu setelah pulang dari bermain silisih pun menceritakan oh anaknya mbak Mei namanya silisih mungkin ya ketahui apa sih Ningsih Aku mah tahu enggak di rumah itu yang dekat dengan tanah kosong serem itu aku lihat ada anak kecil pakai baju main matanya ada darahnya dia lihatin aku dari jendela rumahnya Bu ini dia mengambil hampir tangannya ke aku Aku disuruh main sama dia aku juga lihat bapaknya Bapaknya lagi makan daging mentah ada darahnya Ih serem dia mah kata anakku menjelaskan secara detail namanya juga anak-anak apa yang dilihatnya dia akan menceritakan sejujur-jujurnya akupun hanya bisa tertegun ternyata setan-setan itu masih ada enggak pada hilang juga apa kabar dengan buah sila yang rumahnya sering jadi persinggahan akupun berkata pada anakku ya sudah Kakak silsi jangan mau main sama mereka Ya udah namanya silsi Oh

 

iya Mah banyak sekali kejadian hal diluar Nalar yang pernah terjadi di situ tapi lama-kelamaan kita pun sudah terbiasa sama sosok penghuni pekarangan itu asalkan tidak saling mengganggu sampai sekarang pekarangan itu tak pernah dibangun rumah dijual pun tidak wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh Baik terima kasih kepada mbak Mei yang sudah mengirimkan pengalaman mistis orang-orang kampungnya ya jadi dalam cerita ini memang melibatkan beberapa korban ternyata tidak hanya satu orang beberapa orang juga Oh iya pekarangan kosong memang Kayaknya tempat-tempat kayak gitu sih dulu disamping sekolah saya SMP itu ada pekarangan kosong tapi sekarang udah dibangun enggak tahu dibangun apa ya kayak gedung gitu pekarangan itu masih punyanya SMP tapi kata orang-orang isunya itu di pekarangan itu itu Kayak tempat pembantaian PKI itu Jadi waktu pembangunan itu banyak enggak banyak sih cuma ada tiga ditemukan 3 tengkorak tanpa kepala jadi orang-orang waktu itu yang mikirnya ya Mikla tempat pembagiannya PKI ya mungkin Itu saja cerita pada malam hari ini kurang lebihnya saya mohon maaf wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Leave a Reply

Your email address will not be published.